top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...


PERTEMUAN KBN November 2017 (Talkshow) : Minggu, 26/11/2017 Pk 17.00," Antisipasi Keadaan 2018, oleh : Bapak Ir. David Kurniadi " Gedung Istana Gading Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh
Kemerdekaan Sejati PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi for Jellia Puspa Purnama   
Tuesday, 04 August 2015 00:22

Orang mengartikan kata “kemerdekaan” (freedom) sebagai kelepasan dari segala macam ikatan. Orang merasa merdeka ketika ia tidak diatur oleh siapapun dan oleh apapun selain dirinya. Orang merasa merdeka ketika ia dengan bebas dapat melakukan semua yang ia inginkan. Orang bahkan menginginkan kemerdekaan dari Tuhan, artinya ia tidak mau terikat oleh peraturan dan ketetapan Tuhan.

 

Pada dasarnya orang yang hidup di dunia tidak mungkin tidak akan terikat kepada sesuatu. Jika ia tidak terikat kepada Tuhan maka ia pasti terikat kepada dunia. Demikian juga sebaliknya.

 

Firman Allah mengatakan bahwa: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dunia ini, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang-orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yohanes 2:15-17).

 

Dunia tidak memberikan apa-apa kepada manusia selain berbagai “keinginan.” Keinginan inilah yang menyebabkan manusia hidup dalam “kekuatiran” dan “kekecewaan.” Kuatir karena takut keinginannya tidak tercapai dan kecewa jika ia tidak dapat mencapai apa yang diinginkannya. Keinginan itu tidak pernah benar-benar memuaskan. Kepuasan yang diberikannya hanyalah bersifat sementara, sebab setelah tercapai keinginan itu dunia akan memberikan keinginan yang lebih besar lagi.

 

Ketika orang belum punya kendaraan apa-apa, ia ingin sekali punya sebuah sepeda dan akan senang jika ia memilikinya. Tetapi setelah ia memiliki sepeda ia ingin memiliki sebuah sepeda motor. Setelah ia punya sepeda motor ia ingin mempunyai sebuah mobil meskipun mobil yang sederhana. Tetapi kemudian setelah ia punya sebuah mobil yang sederhana, ia menginginkan sebuah mobil yang lebih mewah dan harganya lebih mahal. Demikian seterusnya, keinginan tak pernah terpuaskan. Bahkan setelah tercapai apa yang diinginkan kepuasan yang dinikmati hanya sementara saja.

 

Iblis memang tidak datang kepada manusia untuk menggoda manusia dengan menampakan wujudnya yang menyeramkan. Sebab jika seperti itu niscaya orang akan lari dari padanya dan iblis tidak akan berhasil menyesatkan manusia. Ia datang dengan membawa hal-hal yang menarik dan dengan cara-cara yang menarik hati sesuai dengan keinginan manusia.

 

Iblis tidak datang sebagai sosok yang menyeramkan, ia sekarang menggunakan cara yang modern yang menarik hati. Ia menawarkan berbagai kesenangan, kenikmatan dan kebanggaan yang akan membangkitkan berbagai keinginan melalui iklan-iklan yang menarik, film-film yang menghibur dan menampilkan idola-idola yang menjadi pujaan generasi muda. Melalui sarana ini Iblis mulai menanamkan kecintaan akan dunia dengan tujuan memisahkan orang dari Tuhan. Iblis diam-diam menjerat, mengikat dan memperbudak manusia dengan keduniawian dan membuat orang memberotak terhadap Allah dengan tawaran “kebebasan” padahal sebetulnya itu adalah bentuk halus “perbudakan” daging dan hawa nafsu.

 

Iblis menggunakan dunia sebagai alatnya untuk menjauhkan kita dari Tuhan. Iblis ingin kita mengasihi dunia dan bukannya Tuhan. Dunia menawarkan berbagai hal yang memenuhi keinginan manusia, yaitu keinginan dagingnya, keinginan matanya dan yang memberikan kebanggaan kepada dirinya. Cara ini juga dipakai iblis ketika ia menjatuhkan manusia. Ia memakai buah yang dilarang Allah tetapi yang kelihatannya “baik, sedap dan menarik hati” (Kejadian 3:6).

 

Hari ini pun dunia menawarkan hal yang kelihatannya  baik, sedap dan menarik hati sehingga kita menginginkannya. Dunia menawarkan hal yang dapat memuaskan keinginan daging dan keinginan mata seperti kemewahan, kenikmatan, kesenangan dan yang membuat kita dapat membanggakan diri di depan mata semua orang sehingga kita dihormati, disanjung dan berkuasa (keangkuhan hidup) .

 

Tetapi dengan semua hal ini iblis sebenarnya sedang menarik orang untuk mengasihi dunia sehingga orang tidak mengasihi Allah dan kasih akan Allah tidak ada di dalam orang itu. Itulah tujuan Iblis yang sebenarnya.

 

Banyak orang Kristen ketika ia mendapatkan semua yang diinginkannya di dunia ia menyebutnya sebagai “berkat Allah.” Padahal sesuatu hanya dapat dikatakan “berkat Allah” jika hal itu membawa orang “dekat kepada Allah dan mengasihi Allah.” Kenyataannya, banyak orang percaya yang dulunya mengasihi Allah sekarang setelah ia mencapai semua yang diinginkannya ia menjadi sombong dan tidak lagi mengasihi Allah dan beribadah kepada-Nya. Lalu apakah ini dapat disebut berkat Allah? Apakah Allah Bapa akan memberikan sesuatu yang membuat orang itu malah jauh dari padanya?

 

Dunia selalu menawarkan “keinginan daging.” Keinginan daging adalah keinginan yang selalu menentang kehendak Allah (Roma 8:7-8). Ia selalu mencari alasan untuk tidak melakukan kehendak Allah. Keinginan daging selalu mencari celah untuk dapat melanggar ketetapan Allah. Ia selalu mencari sesuatu yang sifatnya seolah tidak salah tetapi sebetulnya melawan kehendak Allah.

 

Hawa awalnya “hanya melihat” buah yang dilarang (Kejadian 3:6), karena tidak ada larangan untuk melihat. Ia kemudian “meraba” buah itu karena tidak ada larangan untuk meraba. Tetapi akhirnya ia memakan buah yang dilarang itu.

 

Sikap Hawa menunjukkan ia seorang yang ingin “independen.” Ia pergi sendiri melihat pohon yang dilarang tanpa didampingi Adam. Ia tidak mendiskusikan dengan Adam, suaminya dan satu-satunya teman yang ia miliki di dunia saat itu, tentang tawaran si ular. Ia bahkan tergoda dengan bujukan untuk independen dan dapat menjadi “seperti Allah” yaitu memutuskan apa yang baik dan yang jahat tanpa harus bertanya kepada Allah (Kejadian 3:5). Setan memang ingin memutuskan persekutuan manusia dengan Allah dengan menawarkan pikiran yang independen dari Allah.

 

Iblis tidak langsung mencelakakan orang ketika orang melakukan pelanggaran “kecil” terhadap firman Allah. Semuanya nampaknya baik-baik saja. Kemudian ia akan mulai “mencelakai sedikit” orang itu sehingga orang itu hanya menganggapnya “kebetulan terjadi” dan bukan “akibat buruk.” Tetapi setelah orang itu terlena dan berulang-ulang melakukan pelanggaran, barulah ia “mencelakakan” dan membinasakan orang itu, jika ia tidak segera bertobat.

 

Kemerdekaan dari dunia adalah sebetulnya kemerdekaan yang sejati. Sebab ketika orang dimerdekakan dari keinginan-keinginan dunia maka ia dimerdekakan dari berbagai ketakutan, kekuatiran dan kekecewaan.

 

Dunia ini  sebenarnya sedang “lenyap dengan keinginannya.” Apa yang sebenarnya menghancurkan dunia? Yang sedang menghancurkan dunia adalah semua keinginan yang diciptakannya.  Apa saja “keinginan” yang diciptakan dunia akhirnya menghancurkan manusia dan dunia itu sendiri. Mengapa ada berbagai dosa dan kejahatan? Bukankah karena berbagai keinginan daging yang mendorongnya. Orang ingin memiliki harta kekayaan, tetapi ia tidak mampu mencapainya dengan cara yang benar, maka ia mulai melakukan kejahatan seperti pencurian, penipuan dan perampokan dan bahkan pembunuhan untuk memperolehnya (Yakobus 4:1-2). Bahkan dalam skala yang lebih besar ini menyebabkan peperangan; peperangan yang memperebutkan wilayah, karena kekayaan alam yang ada di dalamnya.

 

Dunia juga menawarkan pemuasan “keinginan mata” dengan berbagai produk modern yang kita tahu akhirnya menjadi jerat yang menghancurkan moralitas manusia itu sendiri. Berapa banyak kejahatan dan kerusakan moral yang diakibatkan oleh sarana multi media sambil mendopleng manfaat baik yang diterima?

 

“Keangkuhan hidup” menghasilkan kesenjangan sosial yang pada akhirnya menumbuhkan kecemburuan sosial, kriminalitas bahkan konflik sosial yang menghancurkan.

 

Kita lihat bahwa memang dunia hancur “lenyap” karena “keinginan-keinginan” yang diciptakannya.

 

Lalu bagaimana caranya supaya kita dapat dimerdekakan dari dunia ini sementara kita hidup dalam dunia ini?

 

Sebagaimana keterikatan dengan dunia menyebabkan orang melepaskan diri dari Allah, demikian pula keterikatan dengan Allah akan memerdekakan kita dari jerat dunia dan berbagai keinginannya.

 

Ketika kita mengasihi Allah maka cepat atau lambat kasih akan dunia ini akan memudar. Ketika kita menikmati kepuasan di dalam Allah maka kepuasan dunia menjadi tidak ada artinya, bahkan menjadi seperti “sampah” (Filipi 3:7-9). Kepuasan dunia bersifat sementara tetapi kepuasan dari Allah itu semakin hari semakin besar jika kita terikat kepada Allah.

 

Allah itu Roh, di mana ada Roh Allah di situ ada kemerdekaan (2 Korintus 3:17). Ketika kita terikat kepada Allah, kita bersekutu atau bersatu dengan Roh Allah. Roh Allah itulah yang memerdekakan kita dari berbagai keinginan daging yang duniawi (Galatia 5:16).

 

Roh Allah itu Mahabesar. Ia lebih besar dari pada segala roh yang ada di dalam dunia ini (1 Yohanes 4:4). Jadi orang yang terikat kepada Allah akan dapat mengalahkan dunia ini (1 Yohanes 5:4) termasuk segala keinginannya yang menghancurkan.

 

Orang yang terikat kepada Allah bersatu dengan Allah. Ia menjadi “bayangannya” Allah sebab ia memiliki “keserupaan” dengan Allah (2 Korintus 3:18). Itulah sebenarnya tujuan awal penciptaan manusia (Kejadian 1:26). Tetapi rencana ini digagalkan ketika manusia jatuh ke dalam dosa sehingga “kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Namun dengan Kristus datang untuk menebus manusia, maka rencana Allah yang semula itu kembali dipulihkan, ketika di dalam Kristus orang kembali kepada persekutuan sejati dengan Allah. Roh Allah yang ditempatkan dalam diri orang yang percaya kepada Kristus (1 Korintus 6:19) mewujudkan semuanya itu. Orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Allah dibentuk kembali melalui kelahiran baru menjadi anak-anak Allah (Roma 8:14), dan diproses untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya (Roma 8:29).

 

Ketika manusia memiliki keserupaan dengan Allah dalam proses yang bergerak dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar (2 Korintus 3:18), maka ia menjadi bayangannya Allah. Dan, ketika ia menjadi bayangannya Allah maka ia melakukan apa yang Allah kerjakan, sebagaimana Kristus ketika Ia berada di dunia menjadi bayangan Allah Bapa (Yohanes 5:19).  Yesus memperagakan sifat dan pekerjaan Allah sehingga Ia dapat berkata bahwa setiap orang yang melihat Dia telah melihat Bapa, dan setiap orang yang mengenal Dia, mengenal Bapa (Yohanes 14:7-9).

 

Bayangkan ketika kita sedang berdiri di depan cermin. Yang ada di hadapan kita sekarang adalah bayangan kita yang serupa dengan kita. Maka ketika kita menggerakkan tubuh kita, bayangan kita akan bergerak sesuai dengan gerakan kita. Kitalah yang menggerakkan badan kita dan bayangan hanya mengikutinya. Demikianlah dengan kita ketika kita menjadi  “bayangan Allah”: ketika Allah bekerja maka kita akan melakukan pekerjaan-Nya, bukan dengan kekuatan kita sendiri melainkan dengan kekuatan Roh Kudus.

 

Tetapi bayangkan jika bayangan kita di cermin melakukan gerakan yang berbeda atau tidak melakukan gerakan yang sedang kita lakukan, bukankah itu menyeramkan? Tetapi, berapa banyak orang percaya yang “menyeramkan” bagi Allah karena melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan yang Allah lakukan atau tidak melakukan apa yang Allah lakukan.

 

Bayangan kita di cermin akan mengenakan pakaian dan perhiasan yang sama dengan yang kita pakai. Artinya, ketika kita menjadi “bayangan” Allah maka segala milik Allah juga menjadi milik kita. Karena Allah kita kaya maka kita bayangan-Nya akan menikmati segala kekayaan Allah.

 

Bayangan kita selalu ada di mana kita berada. Demikian pula jika kita menjadi bayangan Allah maka kita akan selalu berada di mana Allah berada (Yohanes 14:3).

 

Sungguh ketika kita terikat dengan Allah kita dimerdekakan dari dunia dan segala keinginannya yang sedang menuju kepada kehancuran. Kita akan dimerdekakan dari kekuatiran dunia. Perkara-perkara dunia tidak lagi menguasai hati dan pikiran kita. Hati dan pikiran kita sekarang dikuasai sepenuhnya oleh Allah. Ini bukan berarti kita menjadi seperti robot yang tak bernyawa dan tidak memiliki kepribadian melainkan kita memiliki “keserasian” dengan Allah. Pikiran, perasaan dan kehendak kita serasi dan sejalan dengan pikiran, perasaan dan kehendak Allah. Ini dikarenakan kita intim, bersatu dan terikat kepada Allah.

 

Masalah-masalah di dalam dunia bukan lagi menjadi masalah bagi kita, sebab kita ada di dalam Allah dan bagi Allah tidak ada yang namanya masalah. Semuanya ada jalan keluarnya dan kita memiliki kekuatan Allah yang membuat kita sanggup dan cakap untuk menanggung segala sesuatu (Filipi 4:13). Kita tidak lagi dikuasai keadaan, kita malah menguasai keadaan. Kita akan hidup berkemenangan dan berhasil. Damai sejahtera Allah yang melampaui akal pikiran akan mengalahkan segala kekuatiran (Filipi 4:6-7). Bukankah ini suatu kehidupan yang luar biasa, ketika kita dimerdekakan dari dunia dan terikat kepada Allah? Tidak ada kehidupan yang lebih baik dari kehidupan yang seperti ini. Dunia tidak dapat memberikannya tetapi Allah menyediakannya bagi kita yang mau dengan sukarela terikat oleh Allah.

 

Ditulis kembali dari khotbah yang disampaikan oleh “Sdri. Jellia Puspa Purnama” pada acara PA Pengerja GSJP tanggal 2 Agustus 2015.

 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

Mengembangkan Talenta Untuk Mencapai Kesuksesan

Talenta adalah kemampuan yang khas yang dimiliki seseorang untuk dapat berprestasi pada bidang-bidang tertentu sesuai dengan talenta yang dimilikinya.

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday302
mod_vvisit_counterYesterday1227
mod_vvisit_counterThis week2852
mod_vvisit_counterLast week9288
mod_vvisit_counterThis month14565
mod_vvisit_counterLast month33558
mod_vvisit_counterAll908740

People Online 24
Your IP: 54.163.210.170
,
Now is: 2017-12-12 08:25



Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.