top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...


PERTEMUAN KBN November 2017 (Talkshow) : Minggu, 26/11/2017 Pk 17.00," Antisipasi Keadaan 2018, oleh : Bapak Ir. David Kurniadi " Gedung Istana Gading Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh
Restorasi Gereja di Akhir Zaman PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi   
Thursday, 10 September 2015 00:51

Sebelum kedatangan Tuhan Yesus kembali untuk mengangkat gereja-Nya (2 Tesalonika 2:1), maka akan terjadi pemulihan segala sesuatu sebagaimana yang dinubuatkan dalam Alkitab:  “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu” (Kisah Para Rasul 3:21).

 

Pemulihan ini berhubungan dengan gereja-Nya, yaitu orang-orang percaya. Gereja-Nya di muka bumi, yaitu umat Tuhan, akan dipulihkan supaya siap menyambut kedatangan-Nya, seperti seorang “mempelai perempuan” yang dipersiapkan untuk bertemu dengan sang “Mempelai Pria” yaitu: Kristus. Pemulihan ini akan menjadikan gereja Tuhan “tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah” (1 Tesalonika 3:13; 5:23).

 

Allah akan melakukan pemulihan gereja-Nya dengan kuasa Roh Kudus-Nya (Kejadian 1:2). Roh Kudus akan kembali dicurahkan dengan luar biasa, bahkan lebih luar biasa lagi dari yang pernah terjadi pada peristiwa pencurahan Roh Kudus yang pertama yang terjadi pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:1-12). Itulah yang dinubuatkan oleh nabi Yoel: “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia….” (Yoel 2:28).

 

Pencurahan Roh Kudus ini yang disebutkan sebagai “hujan pada akhir musim”  yang “kedahsyatannya” merupakan gabungan “hujan awal dan hujan akhir” (Yoel 1:23-24) akan memulihkan gereja Tuhan secara luar biasa dan membawanya kembali kepada keadaannya semula seperti ketika gereja pertama kali lahir ke bumi pada peristiwa Pentakosta yang pertama, bahkan lebih luar biasa lagi.

 

Jika kita berbicara tentang gereja, maka yang dimaksudkan di sini bukanlah gereja berupa “bangunan” atau “organisasi” atau “denominasi,” melainkan gereja sebagai “Tubuh Kristus” baik secara korporat maupun secara individu.

 

Apakah ciri atau karakteristik gereja yang mula-mula, dan bagaimanakah keadaan gereja yang sekarang, sehingga perlu dipulihkan?

 

Kisah Para Rasul 2:41-47 mencatat ada 6 ciri atau karakteristik dari gereja atau orang percaya mula-mula, yaitu:

1.     Berbuah lebat: memenangkan banyak jiwa (ayat 41, 42)

2.     Haus akan Firman Allah: bertekun dalam pengajaran rasul-rasul (ayat 42)

3.     Haus untuk beribadah kepada Allah: tekun bersekutu, berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa serta memuji Allah (ayat 42, 47))

4.     Ada manifestasi kuasa Roh Kudus: banyak mujizat dan tanda (ayat 43) sehingga menimbulkan “kegentaran rohani”: rasa takut dan hormat yang kudus akan Tuhan.

5.     Ada kasih persaudaraan : saling berbagi dan menolong untuk mencukupi kebutuhan saudara seiman (ayat 44-45), bersatu, gembira dan tulus hati (ayat 44, 46)

6.     Disukai semua orang (ayat 47): gereja menarik hati orang-orang untuk ikut bergabung.

 

 

Sedangkan keadaan gereja sekarang yang modern digambarkan dalam Wahyu 3:14-17, yaitu:

1.     Kondisi kerohaniannya tidak jelas: suam-suam kuku; tidak panas atau dingin sehingga Tuhan ingin memuntahkannya (ayat 15-16)

2.     Kaya dan memperkaya diri secara materi, bukan secara rohani (ayat 17)

3.     Secara rohani: “melarat, malang, miskin, buta dan telanjang” (ayat 17)

4.     Imannya (dilambangkan dengan “emas”) tidak murni lagi sehingga tidak ada manifestasi kuasa Allah karena lebih mengandalkan kekuatan uang dan manusia (ayat 18)

5.     Kekudusannya (dilambangkan dengan “pakaian putih”) telah hilang, karena gereja mulai berkompromi dengan dosa dan keduniawian demi untuk menyenangkan hati orang banyak (ayat 18)

6.     Tidak ada pewahyuan (dilambangkan dengan “minyak untuk melumas mata”) sehingga tidak tahu persis kehendak Allah, tidak memiliki hikmat Allah, lebih mengandalkan hikmat dan ide manusia (ayat 18)

 

Apa yang hendak dipulihkan Allah dalam gereja-Nya sehingga gereja-Nya kembali berkenan kepada-Nya dan siap untuk bertemu dengan Kristus, sang Mempelai Pria, pada hari kedatangan-Nya?

 

Yang pertama adalah “Kasih Yang Semula”:

 

“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!” (Wahyu 2:4-5).

 

Apakah “Kasih Yang Semula”? Kasih yang semula bukanlah kasih yang biasa yang sekarang ini ada di dalam hati kebanyakan orang percaya. Ini adalah kasih ketika orang pertama kali percaya kepada Tuhan Yesus; ketika orang percaya “jatuh cinta” kepada Tuhan Yesus.

 

Ini adalah kasih:

-       Yang mendorong orang percaya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang istimewa dan yang luar biasa bagi Tuhan, bukan yang rutin, biasa-biasa dan ala kadarnya seperti yang sekarang sedang dilakukan oleh orang percaya yang katanya “mengasihi Tuhan.”

-       Yang memberi keberanian kepada orang percaya untuk berani “berkorban” untuk Tuhan, sehingga mereka rela “menyangkal diri dan memikul salib” bahkan menanggung penganiayaan karena mengikut Tuhan; bukan yang hanya ingin menyenangkan diri sendiri seperti yang sekarang dilakukan oleh banyak orang percaya.

-       Yang mendorong orang percaya untuk mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan dan menjaga hidupnya kudus dan benar di hadapan Tuhan seperti seorang “perawan” sampai pada hari kedatangan Tuhan.

-       Yang membuat orang percaya senantiasa “peka” dengan kehadiran Tuhan dan selalu ingin bersekutu secara intim dengan Tuhan Yesus, bukan hanya ibadah yang gaduh dan meriah tanpa merasakan kehadiran Tuhan.

 Yang membuat orang percaya selalu ingin bersaksi tentang kebaikan Kristus dan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar (1 Petrus 2:9) 

Kehilangan kasih yang semula ini di mata Tuhan adalah “kejatuhan yang sangat dalam” dari gereja Tuhan. Tuhan menghendaki supaya ketika Ia, sang “Mempelai Pria” menjemput dan berjumpa dengan umat-Nya, sang “Mempelai Perempuan,” maka gereja-Nya dalam keadaan masih “jatuh cinta” kepada-Nya, masih “membara dan menggebu-gebu” cintanya kepada Tuhan. Jika tidak tentu Tuhan akan sangat “kecewa.” Hanya orang percaya yang kembali kepada kasih yang semula, yang jatuh cinta lagi dengan Tuhan, yang akan diangkat dan bertemu Tuhan.

 

Yang kedua adalah pemulihan “Otoritas Rohani”:

 

Otoritas di sini adalah hak yang dimiliki gereja, yang telah diterimanya dari Tuhan melalui urapan Roh Kudus, untuk bertindak dengan penuh kuasa dalam nama Tuhan, sehingga setan-setan takluk (Lukas 10:17) dan mujizat serta tanda ajaib terjadi di dalam nama Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 2:43; 3:6-8; 6:8; 8:6-8). Inilah yang dimiliki oleh gereja atau orang percaya yang mula-mula.

 

“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh” (Markus 16:17-18)

 

Tetapi mengapakah gereja atau orang Kristen sekarang seolah tidak memiliki otoritas rohani sehingga mereka tidak dapat menggunakan kuasa dalam nama Tuhan Yesus secara efektif, padahal kuasa Tuhan Yesus tidak pernah berubah (Ibrani 13:8)?

 

-       Karena sekarang gereja “kurang percaya” (Matius 17:19-20) sehingga tidak menggunakan imannya untuk menyalurkan dan mempraktekkan kuasa yang Tuhan telah berikan. Mereka menganggapnya sudah tidak diperlukan dan tidak relevan lagi karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah sangat maju. Iman yang ada sekarang hanya digunakan untuk beribadah saja secara rutin. Gereja atau orang percaya sendiri sudah tidak percaya dan tidak mengandalkan otoritas rohani.

-       Karena (kebanyakan) gereja tidak melaksanakan Amanat Agung Tuhan untuk memberitakan Injil (Matius 28:18-20), padahal manifestasi kuasa Allah itu bekerja bersamaan dengan pemberitaan Injil, untuk meneguhkan pemberitaan Injil (Markus 16:20). (Kebanyakan) Gereja sedang sibuk memikirkan urusannya sendiri dan melalaikan tugas utama-Nya untuk memberitakan Injil dan mendemonstrasikan kuasa Allah.

-       Karena (sebagian) gereja tidak lagi hidup dalam kekudusan dan kebenaran, melainkan dalam keduniawian dan ketidaktaatan sehingga Allah mencabut otoritas rohani (sebagian) gereja untuk bertindak demi nama-Nya (Yakobus 4:7).

 

Yang ketiga adalah pemulihan “iman, kekudusan dan pewahyuan”:

 

“Maka AKu menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu supaya engkau dapat melihat” (Wahyu 3:18).

 

“Emas yang telah dimurnikan dalam api” berbicara tentang “iman” yang murni (1 Petrus 1:7). Iman yang murni adalah “kekayaan” gereja yang membuat gereja atau umat Tuhan “bernilai” di hadapan Tuhan, karena “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (Ibrani 11:6). Imanlah yang membuat segala sesuatu mungkin bagi orang percaya (Markus 9:23). Imanlah yang membuat gereja dapat bertindak dengan penuh otoritas untuk melakukan tanda ajaib dan mujizat di dalam nama Yesus (Markus 11:22-23).

 

Tetapi sekarang iman yang dimiliki gereja sudah tidak murni lagi karena sudah tercampur dengan keyakinan manusiawi. Imannya sudah tidak efektif lagi karena orang percaya lebih mempercayai hikmat dan kepandaian manusia. Iman tersisihkan dan hanya tersisa untuk menjalankan ibadah-ibadah rutin saja.

 

Tuhan Yesus menghendaki gereja kembali kepada iman yang murni dan memiliki iman yang murni, sehingga ketika Ia datang kembali Ia mendapati iman di bumi (Lukas 18:8).

 

“Pakaian putih” untuk menutupi ketelanjangan yang memalukan berbicara tentang “kekudusan hidup” (Wahyu 3:4). Tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan (Ibrani 12:14). Tanpa kekudusan gereja tidak akan berkenan kepada Tuhan. Inilah yang menyebabkan gereja kehilangan otoritas rohani dan kesaksiannya di hadapan dunia. Allah mencabut otoritas rohani dari gereja atau orang percaya yang tidak hidup dalam kekudusan. Tanpa kekudusan Gereja tidak menjadi terang bagi dunia (Matius 5:13-16). Gereja bahkan menjadi aib: “Oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain” (Roma 2:24).

 

Tuhan menghendaki agar gereja bangkit kembali dan menjadi terang di tengah dunia, sehingga bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun kepada terang kesaksian yang bersinar kembali (Yesaya 60:1-3).

 

“Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2:15)

 

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu” (Yesaya 60:1-3)

 

“Minyak untuk melumas mata” supaya dapat melihat berbicara tentang pewahyuan Roh Kudus yang menjadikan mata batin orang percaya dapat melihat  (Efesus 1:17-20) sehingga:

-       Gereja dapat mengenal Tuhan Yesus dengan benar

-       Gereja dapat melihat kekayaan yang mulia dari bagian yang telah ditentukan Allah untuk orang-orang kudus-Nya

-       Gereja dapat mengetahui betapa hebat-Nya kuasa yang Allah telah berikan kepada orang-orang kudus-Nya.

 

Gereja sekarang telah kehilangan pewahyuan Roh Kudus dan menjadi buta mata batinnya karena lebih mengandalkan hikmat dan kepandaian duniawi. Tanpa pewahyuan Roh Kudus gereja menjadi buta dan tidak tahu akan kehendak dan rencana Allah. Gereja tidak memiliki hikmat Allah yang jauh lebih unggul dari hikmat dunia atau hikmat manusia. Tanpa pewahyuan gereja tidak berjalan dalam pimpinan Allah sehingga gereja bergerak secara “liar” dan akhirnya “binasa” (Amsal 29:18).

 

Tanpa hikmat Allah gereja tidak dapat menjadi solusi bagi dunia. Padahal jika gereja memiliki hikmat Kristus yang jauh lebih hebat dari hikmat Salomo, gereja akan memberikan solusi yang tepat dan brilian bagi persoalan dunia. Dengan pewahyuan Roh Kudus tidak ada yang menjadi misteri bagi gereja. Roh Kudus menyingkapkannya kepada orang-orang kudus-Nya (1 Korintus 2:10). Dengan memberikan solusi yang brilian wibawa gereja akan terangkat dan menjulang tinggi mengatasi hikmat dan kepandaian dunia sehingga gereja menjadi berkat bagi dunia dan menjadi magnet yang menarik orang-orang untuk datang kepada Tuhan dan diselamatkan (Mikha 4:1-2)

 

Tuhan hendak memulihkan pewahyuan Roh Kudus dalam gereja Tuhan sehingga gereja mengetahui kehendak Tuhan dan tidak lagi memakai hikmat dan cara-cara dunia (Roma 12:2). Ketika gereja mengetahui kehendak Tuhan dengan benar dan berjalan dalam kehendak Tuhan maka gereja akan menjadi alat yang sangat efektif bagi Tuhan untuk memenangkan dunia bagi Kerajaan Allah.

 

“Iman, kekudusan dan pewahyuan” memberi nilai istimewa kepada gereja di hadapan dunia. Tanpa itu gereja tidak ada nilainya di hadapan dunia dan tidak berbeda dengan organisasi dan golongan keagamaan lainnya. Gereja yang kehilangan nilai-nilainya adalah seperti garam yang kehilangan keasinannya (Matius 5:13), menjadi tawar dan diinjak-injak orang.

 

Yang keempat adalah “pemulihan hubungan” yang meliputi:

1.     Hubungan antar generasi di dalam gereja

2.     Hubungan antar sesama anggota Tubuh Kristus dalam gereja (kesatuan hati dalam gereja)

3.     Hubungan antar gereja Tuhan (kesatuan gereja Tuhan).

 

Kesenjangan hubungan antara generasi tua dan generasi muda telah menyebabkan banyak perpecahan dan pemberontakan dalam gereja. Generasi yang lebih tua seringkali bersikap “arogan” karena merasa telah banyak pengalaman dan merasa lebih baik. Sedangkan generasi yang lebih muda sering bersikap “memberontak” karena merasa prinsip generasi tua sudah ketinggalan jaman. Kunci pemulihan hubungan antar generasi adalah saling merendahkan hati, saling menerima dan saling menghormati. Rekonsiliasi harus terjadi antara generasi tua dan generasi muda. Ini adalah kehendak dan rencana Allah untuk memulihkan gereja-Nya, dan ini hanya dimungkinkan oleh kuasa Roh Kudus yang menjamah hati baik generasi tua maupun generasi muda sehingga oleh Roh kedua generasi ini dipersatukan, saling menerima dan saling mengampuni. Jika ini terjadi akan ada keharmonisan dalam gereja. Generasi tua akan menjadi pembimbing yang bijaksana dan memiliki wibawa illahi, sedang generasi muda akan menjadi pelaksana rencana Tuhan yang antusias dan sangat efektif.

 

Generasi muda akan dipakai Tuhan untuk melakukan “percepatan” perwujudan kehendak dan rencana Allah di akhir zaman. Mereka akan penuh hikmat dan urapan Roh Kudus. Gereja akan “diremajakan” kembali, direvitalisasi sehingga menjadi dahsyat seperti gereja mula-mula.

 

“Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia (seorang yang penuh urapan dan keberanian untuk mengadakan perubahan) kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu (Kebangunan Rohani yang dahsyat di akhir zaman). Maka ia akan membuat hati bapa-bapa (generasi yang lebih tua) berbalik kepada anak-anaknya (generasi yang lebih muda) dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah” (Maleakhi 4:5-6)

 

Hubungan antar sesama anggota Tubuh Kristus (Roma 12:4-5; 1 Korintus 12:12-26) yang tidak harmonis dalam gereja juga menyebabkan gereja menjadi lumpuh dan tidak efektif, karena di dalamnya terjadi perselisihan dan persaingan antara sesama anggota. Mereka beribadah dan melayani di gereja yang sama, tetapi pada saat yang bersamaan mereka saling bersaing secara tidak sehat (karena kesombongan hati) dan saling menjatuhkan dan berselisih. Tuhan menghendaki agar atmosfir seperti ini dihancurkan karena membuat ibadah dan pelayanan menjadi tidak tulus dan benar. Allah ingin anak-anak-Nya duduk bersama dalam kerukunan (Mazmur 133:1-3), saling menerima dan saling menghormati antara yang satu dengan yang lainnya (Filipi 2;1-5).

 

Tetapi apabila gereja dilawat oleh Roh Kudus, dan Roh Kudus berkarya di antara para anggota gereja, maka Roh Kudus akan menyatukan hati dan pikiran mereka, sehingga mereka sehati dan sepikir. Masing-masing orang akan merendahkan hati mereka satu sama lainnya, saling memaafkan dan saling menerima, saling mengasihi dengan kasih yang tulus dari Allah. Jika ini terjadi maka hubungan antar anggota Tubuh Kristus dalam gereja menjadi harmonis, tulus dan menggembirakan sebagaimana jemaat mula-mula (KPR 2:46). Gereja akan siap dipakai Tuhan untuk memasuki masa penuaian jiwa besar-besaran karena di dalamnya ada kesatuan kasih dan kesatuan roh.

 

Kesatuan gereja-gereja juga merupakan kehendak Tuhan. Ia menghendaki supaya gereja menjadi satu dan bukan terpecah-pecah dan saling bersaing seperti sekarang ini. Gereja bukannya memenangkan jiwa-jiwa baru melainkan berlomba memindahkan jiwa dari satu gereja ke gereja lainnya. Gereja sekarang terkotak-kotak oleh organisasi buatan manusia sendiri, denominasi-denominasi dan kepentingan-kepentingan sendiri. Tetapi satu kali Roh Kudus kembali akan menyatukan gereja Tuhan di bawah kolong langit. Jika Roh Allah yang sama yang memimpin gereja-gereja maka mereka akan hidup dalam keharmonisan dan saling mendukung untuk segera berdirinya Kerajaan Allah di muka bumi. Mereka akan mengesampingkan kepentingan masing-masing dan bersama-sama masuk dalam kehendak dan rencana Allah yang utama yaitu memenangkan seluruh dunia bagi Kristus. Organisasi dan denominasi hanya akan tinggal nama saja, tetapi di dalamnya akan terjadi kesamaan prinsip dan pengajaran sebab Roh Kudus yang sama telah mempersatukan semuanya. Inilah doa Tuhan Yesus seperti yang dicatat dalam Yohanes 17:

 

“Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka (gereja Tuhan) masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu, ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” (Ayat 11).

 

“Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu” (Ayat 22).

 

“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua dan oleh semua dan di dalam semua” (Efesus 4:4-6).

 

Tidak ada alasan bagi gereja untuk terpecah belah. Pikiran manusialah dan keinginannya yang memecah belah. Tetapi apabila semuanya dipimpin oleh Roh Kudus yang sama, maka pikiran dan keinginannya akan disatukan kembali: pikiran Kristus dan kehendak Allah saja yang ada. Jika ini terjadi maka gereja akan memenangkan dunia bagi Kristus dan akan diangkat oleh Kristus.

 

Tata cara dan gaya ibadah hanyalah di permukaan saja. Organisasi dan denominasi hanyalah kulit luar saja. Tetapi Roh Kudus yang sama akan menyamakan prinsip dan tujuan gereja.

 

Yang kelima adalah “Pemulihan Pondok Daud”:

 

“Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula” (KPR 15:16-18).

 

Ini berbicara tentang pemulihan ibadah yang berkenan kepada Allah. Ibadah yang tulus, penuh semangat dan sukacita yang dimotivasi oleh kerinduan dan kecintaan yang mendalam kepada Tuhan Yesus.

 

Ini adalah ibadah dari orang-orang yang telah mempersembahkan hidupnya secara total kepada Allah (Roma 12:1). Ini adalah ibadah dari orang-orang yang menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23-24).  Ini bukan sekedar gaya ibadah, tetapi prinsip ibadah yang sejati yang berkenan kepada Allah.

 

Sekarang ini banyak gereja yang menyembah Allah secara ritual saja (Matius 15:9). Semuanya adalah upacara yang diajarkan manusia dan menjadi tradisi dan kebiasaan, bukan keluar dari hati yang tulus dan penuh kerinduan.

 

Pemulihan yang menyeluruh ini akan dikerjakan oleh Roh Kudus sebelum kedatangan Kristus untuk menjemput gereja-Nya. Roh Kudus akan memperlengkapi, memperbaiki dan mendandani gereja-Nya dengan sempurna sehingga tampil cemerlang sebagai mempelai perempuan yang siap berjumpa dengan Kristus, sang Mempelai Pria.

 

Akan terjadi “pencurahan Roh Kudus” yang jauh lebih dahsyat dari peristiwa Pentakosta di Yerusalem lebih dari 2000 tahun yang lalu. Akan terjadi proses “percepatan” (Amos 9:13) karena waktunya sudah sangat singkat. Akan terjadi “penuaian jiwa besar-besaran”  (Yohanes 4:35) yang lebih hebat dari penuaian jiwa oleh Petrus dan gereja mula-mula setelah peristiwa Pentakosta. Mujizat dan tanda ajaib akan kembali terjadi dan dilakukan oleh orang-orang percaya. Injil akan diberitakan ke seluruh dunia sampai ke ujung bumi. Gereja akan mencapai puncak kejayaannya (Mikha 4:1), bangsa-bangsa akan dimenangkan bagi Kristus, dan setelah itu gereja akan diangkat dari muka bumi dan bumi memasuki masa yang baru, masa sengsara besar sebelum Kritus akhirnya memerintah atas bumi 1000 tahun lamanya bersama-sama dengan umat kepunyaan-Nya.

 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

Berkat Paket Lengkap

2 Korintus 13:13 adalah ayat yang luar biasa. Di dalamnya dideklarasikan tiga berkat utama yang bersifat paripurna: lengkap dan sempurna. Mengapa? Karena Ketiga Pribadi dari Allah Tritunggal memberikan berkat-Nya masing-masing yang khas untuk orang percaya, supaya mereka tidak kekurangan suatu apapun yang baik. Sebenarnya satu berkat saja sudah luar biasa, apalagi ini adalah berkat “tiga rangkap” (threefold blessing). Pastilah ini menjadi berkat yang sangat luar biasa, sempurna dan lengkap!

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday302
mod_vvisit_counterYesterday1227
mod_vvisit_counterThis week2852
mod_vvisit_counterLast week9288
mod_vvisit_counterThis month14565
mod_vvisit_counterLast month33558
mod_vvisit_counterAll908740

People Online 24
Your IP: 54.163.210.170
,
Now is: 2017-12-12 08:25



Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.