top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...


PERTEMUAN KBN November 2017 (Talkshow) : Minggu, 26/11/2017 Pk 17.00," Antisipasi Keadaan 2018, oleh : Bapak Ir. David Kurniadi " Gedung Istana Gading Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh
Penebusan: Transaksi Terbesar dan Termahal Sepanjang Sejarah PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi   
Thursday, 03 December 2015 14:36

Transaksi terbesar dan termahal sepanjang sejarah adalah ketika Allah menebus umat manusia. Allah Bapa membayar harga yang sangat mahal yang pernah Ia lakukan, yaitu dengan memberikan Anak-Nya Yang Tunggal untuk turun ke dunia menebus manusia (Yohanes 3:16). Anak Allah turun ke dalam dunia, dilahirkan sebagai manusia: itulah Natal yang pertama.

 

 

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Lukas 2:11).

 

Anak Allah, sang Firman, Pencipta (Yohanes 1:1-3)  menjelma menjadi manusia biasa (Yohanes 1:14), dilahirkan melalui rahim seorang perawan suci: Maria (Matius 1:23). Ia hidup di antara manusia di bumi yang diciptakan-Nya sendiri (Yohanes 1:10). Ia menjadi sama dengan manusia (Filipi 2:7), mahluk ciptaan-Nya. Ia menjalani siklus kehidupan seorang manusia dari lahir sampai mati, bahkan mati di kayu salib (Filipi 2:8) dan mengalami maut (Ibrani 2:9; Efesus 4:9), namun setelah 3 hari kematian-Nya Ia bangkit kembali (1 Korintus 15:3-4) dan 40 hari setelah itu Ia terangkat ke sorga hidup-hidup, kembali ke tempat-Nya semula, yaitu di sebelah kanan takhta Allah Bapa di sorga (Markus 16:19), menantikan saat-Nya untuk kembali ke dunia (Kisah Para Rasul 1:11) untuk mendirikan Kerajaan-Nya (Lukas 1:33) dan memerintah bersama-sama orang-orang kudus-Nya (2 Timotius 2:12).

 

Yesus datang ke dunia untuk melakukan suatu transaksi yang sangat besar dan sangat mahal, yaitu menebus (Galatia 4:5), membeli kembali manusia yang dimiliki Iblis dan diperbudak dosa, supaya dapat kembali menjadi milik Allah Bapa (Yohanes 8:34-36).

 

Ia harus membayar harga penebusan manusia dengan nyawa-Nya sendiri. Ia harus menyelesaikan transaksi penebusan manusia di kayu salib, dengan mencurahkan darah-Nya (Efesus 1:7; 1 Petrus 1:18-19) dan mati dengan cara yang sangat menderita.

 

“Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya” (Yesaya 53:5)

 

Ia harus turun ke alam maut dan mengalami maut bagi kita (Ibrani 2:9), supaya kita yang percaya kepada-Nya tidak usah lagi mengalami maut (Yohanes 3:16-18), yaitu hukuman kekal di neraka.

 

“Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat (menjadi manusia), yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut (yang rela Ia terima), dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia (menggantikan mereka)” (Ibrani 2:9).

 

Di salib Yesus menanggung seluruh dosa manusia (Yesaya 53:5-6). Seluruh dosa umat manusia sepanjang sejarah ditanggungkan kepada-Nya. Ia yang tidak mengenal dosa telah dijadikan berdosa karena kita (2 Korintus 5:21) dengan menanggung seluruh dosa kita.

 

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2 Korintus 5:21)

Dengan dosa yang Ia tanggung, yang bukan dosa-Nya sendiri, sebab Ia tidak pernah berbuat dosa, Ia turun ke alam maut (Efesus 4:9), menjalani maut (Ibrani 2:9) yaitu “upah” (ganjaran, hukuman akibat) dosa (Roma 6:23). Dan setelah selesai Ia bangkit dari kematian, Ia mengalahkan maut dan hidup selamanya (Roma 6:9).

 

Setelah kebangkitan-Nya Ia naik ke sorga, ditinggikan oleh tangan kanan Allah, dan duduk di sebelah kanan Allah di sorga (Kisah Para Rasul 2:32-35). Dari sorga Ia menerima Roh Kudus yang dijanjikan, yaitu Roh yang telah membangkitkan-Nya dari kematian dan mendudukan-Nya di sebelah kanan Allah Bapa di sorga (Roma 8: 11; Efesus 1:20). Dan dari sorga, Roh yang telah diterima-Nya itu Ia curahkan ke atas orang-orang percaya, supaya orang-orang percaya memiliki Roh yang akan memberi mereka kekuatan untuk hidup bagi Allah Bapa sebagai anak-anak Allah yang merdeka dari dosa dan maut (Roma 8:2).

 

Transaksi besar, bahkan yang terbesar dan termahal di sepanjang sejarah, telah dilakukan oleh Yesus Kristus dengan menebus manusia; membeli manusia dari segala suku, kaum, bangsa dan bahasa supaya menjadi milik Allah dan diselamatkan dari murka Allah.

 

“Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tia-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka memerintah sebagai raja di bumi” (Wahyu 5:9-10).

 

Transaksi penebusan itu telah mengubah keadaan manusia secara radikal. Penebusan mengubah “status kepemilikan” hidup manusia, dari yang sebelumnya dimiliki oleh Iblis menjadi milik Allah Bapa; mengubah status dari sebelumnya sebagai orang berdosa menjadi orang yang dibenarkan Allah (Roma 3:24); dari seteru Allah menjadi berdamai dengan Allah (Roma 5:1); dari budak dosa menjadi anak-anak Allah yang merdeka (Yohanes 8:34-36); dari calon penghuni neraka menjadi warga Kerajaan Sorga (Filipi 3:20).

 

Transaksi penebusan yang dilakukan Kristus telah mengubah keadaan manusia dari yang tadinya berada di bawah hukuman kekal, menjadi dibebaskan dari hukuman kekal (Yohanes 3:18); dari hidup di bawah kutuk menjadi hidup yang diberkati (Galatia 3:13-14); dari hidup dalam kegelapan, tanpa masa depan, menjadi hidup dalam terang yang ajaib (1 Petrus 2:9).

 

Penebusan oleh Kristus mengubah kehidupan secara total, radikal dan fundamental, bagi orang yang mau percaya dan menerimanya.

 

Transaksi penebusan yang dilakukan telah dibayar dengan harga yang sangat mahal, yaitu dengan nyawa dan darah Anak Allah sendiri, yang tidak dapat dibandingkan dengan nilai kekayaan apapun di semesta raya. Mengapa sedemikian mahal? Sebab harga satu jiwa manusia di hadapan Allah juga sangat mahal, yaitu setara dengan nilai seluruh harta kekayaan yang ada di dunia! (Matius 16:26) Oleh sebab itu manusia tidak pernah akan mampu membayar harga penebusan dirinya sendiri dengan cara apapun, meskipun dengan perbuatan baik dan amal salehnya sekalipun.

 

“Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga penebusan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya” (Mazmur 49:8-9)

 

Dalam suatu perumpamaan, Tuhan Yesus menceritakan tentang seorang hamba yang berhutang sangat besar kepada seorang raja, yaitu 10.000 talenta (Matius 18:24-27). Ini menggambarkan hutang dosa kita di hadapan Tuhan yang nilainya sangat besar.

 

Jika dihitung dengan nilai masa kini di Indonesia, 1 (satu) talenta itu setara dengan 6.000 dinar, sedangkan 1 (satu) dinar adalah upah buruh satu hari kerja. Seandainya ia seorang pekerja dengan upah bulanan di mana ia bekerja 25 hari dalam sebulan maka 1 talenta itu setara dengan upah 240 bulan kerja. Jika upah minimum per bulan itu 2,5 juta rupiah, maka 1 talenta setara dengan 600 juta rupiah. Jadi orang yang berhutang 10.000 talenta itu sama dengan berhutang senilai 6 Triliun rupiah. Jika seandainya orang itu dapat hidup 100 tahun dan  ia harus mencicilnya setiap hari seumur hidupnya, maka ia harus membayar lebih dari 164 juta rupiah per hari seumur hidupnya selama 100 tahun.  Suatu jumlah yang mustahil terbayar bagi seorang manusia.

 

Artinya, manusia tidak mungkin dapat menebus dosanya sendiri dengan cara apapun. Allah mengetahuinya dan Ia peduli. Ia tidak menghendaki seorang pun binasa, melainkan supaya dapat diampuni dan diselamatkan (2 Petrus 3:9). Oleh karena itu Allah mengutus Anak-Nya untuk turun ke dunia dan menyelesaikan sendiri transaksi penebusan itu untuk manusia.

 

Transaksi penebusan telah selesai dilakukan dan sekarang keselamatan itu diberikan kepada manusia dengan cuma-cuma karena tidak ada seorang pun manusia yang sanggup membayarnya. Keselamatkan sekarang diberikan sebagai anugerah yang dapat diterima melalui iman, yaitu percaya bahwa Yesus Kristus telah turun ke dunia sebagai manusia, mati di kayu salib menebus dosa-dosa kita dan bangkit kembali untuk hidup di dalam kita yang percaya melalui Roh Kudus-Nya.

 

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman: itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9)

 

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Roma 10:9)

 

Sekarang, bagi kita yang percaya, kita sudah menerima keselamatan dan hidup yang kekal. Itu adalah hartanya Allah yang dipercayakan kepada kita. Keselamatan adalah hartanya Allah sebab Allah telah berinvestasi sangat besar  dan mahal agar kita dapat memiliki keselamatan dan hidup yang kekal. Ia telah “menginvestasikan” Anak-Nya Yang Tunggal untuk menebus dan Roh Kudus-Nya Yang Penuh Kuasa untuk membuat kita dapat hidup sebagai anak-anak Allah yang berkenan kepada-Nya (Roma 8:15).

 

Allah telah memberikan segala-galanya kepada kita yang percaya. Kita telah menerima bukan hanya, 1, 2 atau 5 talenta saja, kita telah menerima keselamatan dan hidup kekal dari Allah yang nilainya lebih dari 10.000 talenta. Dengan harta yang sebesar itu apa yang kita akan lakukan?

 

Jika kita berdiam diri saja dan tidak melakukan apa-apa setelah kita menerima keselamatan dan hidup yang kekal, jika kita hidup bagi diri kita sendiri dan bukannya hidup bagi Allah Bapa yang telah memberikan anugerah-Nya yang begitu besar, bagaimana kita akan mempertanggung-jawabkannya ketika satu kali kita akan menghadap Dia? Suatu hari Allah akan membuat perhitungan dengan kita.

 

“Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya “ (Matius 18:23)

 

“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan setelah itu dihakimi” (Ibrani 9:27)

 

Oleh sebab itulah Rasul Paulus berkali-kali mengingatkan kita dengan sungguh-sungguh, dan dari lubuk hatinya yang paling dalam, dengan erangan dan cucuran air mata, supaya kita mempersembahkan diri kita kepada Tuhan (Roma 12:1), supaya kita memuliakan Allah dengan tubuh kita (1 Korintus 6:20) supaya kita mengerjakan (menjalankan) keselamatan yang telah kita peroleh dengan hidup takut akan Tuhan (Filipi 2:14), supaya kita melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang telah Allah siapkan bagi kita (Efesus 2:10), supaya kita berbagi keselamatan dengan orang lain sehingga bukan hanya kita saja yang diselamatkan melainkan sebanyak-banyaknya orang yang dapat kita jangkau, sehingga talenta yang kita terima itu bertambah banyak (Matius 25:16-17) dan kita tidak akan malu ketika kita bertemu dengan Dia dan kita memiliki keberanian hati untuk berdiri di hadapan tahta-Nya (1 Yohanes 2:28) untuk mempertanggung jawabkan keselamatan dan hidup kekal yang telah kita terima sebagai anugerah.

 

Jika kita menjalankan kewajiban kita dengan setia dan menyelesaikan “pertandingan” kita dengan benar sampai di garis akhir, maka mahkota tersedia bagi kita:

 

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya” (2 Timotius 4:7-8)

 

Tetapi jika kita menyianyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang telah dibayar Allah dengan harga yang sangat mahal yaitu dengan darah dan nyawa Anak-Nya sendiri, itu berarti kita menganggap remeh penebusan yang Allah telah lakukan; itu artinya kita menganggap murah harga darah dan nyawa Anak Allah; itu artinya kita menghinakan pengorbanan Yesus di kayu salib. Apa akibatnya jika kita melakukan semuanya itu? Sangat mengerikan!!

 

“Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu…” (Ibrani 2:3).

 

“Kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima” (2 Korintus 6:1).

 

Sebab itu, marilah kita mengerjakan keselamatan yang telah kita terima dengan hidup bagi Allah, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik yang Allah kehendaki, dan membawa orang lain sebanyak-banyaknya kepada Kristus, agar mereka juga menerima anugerah keselamatan dan kehidupan yang kekal. Amin. (Selamat Hari Natal 2015. Tuhan Yesus memberkati!)

 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

Dipimpin oleh Roh Kudus : Ditransformasi Menjadi Luar Biasa

Roh Kudus dapat mentransformasi saudara dari keadaan yang paling tidak memungkinkan sekali pun kepada suatu keadaan di mana saudara dapat bertindak dengan penuh kuasa untuk mengadakan perubahan dan memberikan dampak yang luar biasa yang membawa kemuliaan bagi Tuhan. Saudara dapat menjadi alat yang luar biasa untuk mewujudkan kehendak Tuhan dan melaksanakan rencana Allah yang luar biasa di muka bumi. Ya, jangan katakan tidak mungkin! Karena Roh Kudus adalah Roh yang sangat berkuasa.

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday302
mod_vvisit_counterYesterday1227
mod_vvisit_counterThis week2852
mod_vvisit_counterLast week9288
mod_vvisit_counterThis month14565
mod_vvisit_counterLast month33558
mod_vvisit_counterAll908740

People Online 25
Your IP: 54.163.210.170
,
Now is: 2017-12-12 08:24



Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.