top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...


PERTEMUAN KBN November 2017 (Talkshow) : Minggu, 26/11/2017 Pk 17.00," Antisipasi Keadaan 2018, oleh : Bapak Ir. David Kurniadi " Gedung Istana Gading Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh
Pemberian (Hadiah) Yang Sempurna PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi   
Wednesday, 30 December 2015 04:48

Allah Bapa selalu memberikan pemberian yang sempurna (Yakobus 1:17), mulia dan lengkap bagi manusia. Pemberian Allah Bapa yang sempurna, mulia dan lengkap itu adalah Anak-Nya Yang Tunggal yaitu Yesus Kristus. Yesus dianugerahkan kepada manusia lebih dari sekedar sebagai Juruselamat (Matius 1:21).

 

Sebagai Juruselamat maka Yesus Kristus dianugerahkan kepada manusia untuk menyelesaikan masalah manusia yang paling mendasar dan krusial, yaitu dosa. Yesus Kristus menebus dosa manusia agar manusia mendapatkan pengampunan yang sempurna dari Allah dan dibenarkan di hadapan Allah sehingga manusia tidak usah masuk ke dalam hukuman kebinasaan kekal di dalam neraka melainkan memperoleh hidup yang kekal bersama Allah di sorga (Yohanes 3:16-18).

 

Penebusan dosa membuat manusia dimerdekakan dari kutuk dan menerima berkat Allah (Galatia 3:13-14); diubahkan statusnya dari musuh Allah menjadi anak-anak Allah, ahli waris (Galatia 4:5-7) dan warga Kerajaan Allah (Filipi 3:20).

 

Yesus Kristus adalah anugerah yang luar biasa yang dapat diterima manusia melalui iman kepada-Nya (Yohanes 3:16).

 

Tetapi Allah Bapa juga menganugerahkan Anak-Nya Yang Tunggal untuk menjawab seluruh kebutuhan manusia selama hidup di dunia sampai di akhirat nanti. Yesus Kristus adalah jawaban Allah atas setiap dan seluruh kebutuhan manusia. Hal ini dapat kita lihat dari nama dan gelar yang dikaruniakan kepada-Nya, yaitu sebagai: “Penasihat Yang Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal dan Raja Damai” (Yesaya 9:5). Dari gelar yang disandang Anak Allah kita dapat mengetahui betapa Allah telah menyediakan Yesus sebagai jawaban untuk semua kebutuhan manusia.

 

Gelar yang disandang Anak Allah selain Juruselamat adalah: yang pertama “Penasihat Yang Ajaib”:

 

Allah Bapa mengetahui bahwa dalam kehidupannya di dunia manusia selalu diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Pilihan-pilihan itu ada yang mudah tetapi banyak juga yang dilematis yang sangat sulit untuk diputuskan. Padahal pilihan-pilihan itu akan mempengaruhi kehidupan manusia di kemudian hari. Berhasil atau gagal, selamat atau celaka, berjaya atau jatuh, bahagia atau sengsara ditentukan oleh keputusan yang dipilih.

 

Untuk pilihan-pilihan yang mudah kita dapat dengan mudah melakukannya sendiri dan biasanya pengaruhnya juga tidak begitu besar. Tetapi untuk berbagai pilihan sulit yang dilematis kita tidak mudah mengambil keputusan. Kita memerlukan pertimbangan yang sangat matang dan kita sering kali memerlukan nasihat dan pertimbangan dari orang lain yang kita anggap bijaksana dan berpengalaman.

 

Tetapi untuk menemukan penasihat yang bijaksana dan tulus itu sangat tidak mudah karena keterbatasan manusia dalam kemampuan dan integritasnya. Banyak sekali pemimpin yang jatuh karena salah mengambil pilihan dan keputusan dikarenakan ia mendapat nasihat yang tidak tepat dan dari orang yang tidak tulus (baca: 2 Tawarikh 22:2-6).

 

Ini banyak terjadi dalam kepemimpinan politik. Beruntunglah dan berbahagialah orang yang memiliki penasihat yang tulus dan bijaksana, itu adalah kombinasi ideal yang sangat sulit didapatkan di dunia ini.

 

Tetapi bagi orang yang mau percaya Allah telah memberikan Yesus Kristus, Anak-Nya Yang Tunggal sebagai Penasihat Ajaib. Yesus yang memiliki hikmat yang jauh melebihi hikmat Salomo (Matius 12:42) dan orang paling berhikmat manapun – karena Yesus adalah Hikmat Allah (1 Korintus 1:24) – akan memberikan nasihat-Nya yang ajaib, yang jitu, yang tepat, sempurna dan bijaksana kepada kita untuk dapat memilih dan memutuskan dengan benar (Amsal 8:14).

 

Ia memberikan nasihat yang sempurna  karena Ia adalah Allah Yang Mahatahu, dan Ia dapat melihat apa yang kita tidak mampu melihatnya, dan memandang jauh ke depan ke masa yang akan datang. Itulah sebabnya hikmat dan nasihat Yesus jauh lebih unggul dari nasihat bijaksana manapun. Yesus juga memberikan nasihatnya untuk kebaikan, keselamatan, keberuntungan dan kebahagiaan kita, dan Ia tulus karena Ia mengasihi kita. Kasih-Nya telah Ia buktikan dengan menyerahkan diri-Nya mati di kayu salib untuk menebus manusia. Ketulusan dan kemampuan Kristus tidak perlu diragukan dan dipertanyakan lagi.

 

Jika kita mengikuti nasihat Anak Allah maka kita pasti berhasil, beruntung, selamat dan bahagia. Tetapi bagaimana cara Kristus menasihati kita dan bagaimana cara kita mendapatkan nasihat-Nya yang ajaib?

 

Kristus akan selalu berkenan memberikan nasihat-Nya kepada orang yang sungguh-sungguh mencari dan membutuhkan nasihat-Nya serta sungguh-sungguh mau melakukan nasihat-Nya (Mazmur 16:7). Masalahnya adalah banyak orang, bahkan orang percaya sekalipun tidak mencari nasihat Kristus. Mereka lebih mencari nasihat manusia, bahkan nasihat dari orang fasik (Mazmur 1:1), yaitu orang yang tidak takut akan Tuhan.

 

Nasihat orang fasik memang menyenangkan telinga mereka dan cocok dengan hawa nafsu serta logika berpikir mereka. Kalaupun mereka ingin mengetahui nasihat Kristus mereka tidak sungguh-sungguh ingin melaksanakannya, karena merasa tidak sesuai dengan “frame of thinking” mereka dan hawa nafsu mereka yang hanya mementingkan diri mereka sendiri dan tidak peduli dengan kepentingan orang lain atau tujuan yang lebih mulia (Amsal 1:24).

 

Kristus akan selalu berkenan memberi nasihat-Nya . Jika kita meminta nasihat-Nya, Ia akan memberikannya. Jika kita mencarinya dengan sungguh-sungguh kita akan mendapatkannya (Mazmur 32:8 & 73:24).

 

Kristus menasihati kita melalui Firman Allah (Mazmur 119:24) dan Roh Kudus-Nya. Itulah sebabnya kita harus banyak membaca dan mempelajari Firman Allah dengan teliti, tekun dan sungguh-sungguh (Yosua 1:8), sebab sewaktu-waktu, saat kita memerlukan nasihat Kristus, firman Allah yang kita baca dan taruh dalam hati dan pikiran kita akan Kristus gunakan untuk menasihati kita dan memberi petunjuk kepada kita untuk memilih dengan benar (Mazmur 119:24).

 

Roh Kudus juga akan mengajar kita dan mengingatkan (Yohanes 14:26) kepada kita firman yang tepat dengan situasi yang kita hadapi sehingga kita dapat memilih dan memutuskan sesuai dengan Firman Allah yang adalah nasihat Yesus untuk kita. Jika kita memtuskan dan bertindak berdasarkan firman Allah, maka Allah akan berkenan kepada kita dan Ia akan membuat apa yang kita pilih itu mendatangkan keberhasilan dan keberuntungan bagi kita sehingga kita semakin mengenal Dia dan memuliakan Dia.

 

Jika kita memilih dan bertindak berdasarkan firman Allah kita akan mengalami kenyataan firman Allah yang di dalamnya ada janji-janji Allah yang luar biasa bagi anak-anak-Nya (Mazmur 1:2-3). Tetapi jika kita memilih untuk memutuskan dan bertindak berdasarkan saran dan nasihat dari dunia yang fasik, kita akan mengalami nasib seperti orang fasik, yang pada awalnya kelihatannya berhasil dengan hebat tetapi pada akhirnya membawa masalah dan penderitaan (Mazmur 37:1-2). Tidak ada kesuksesan dan kebahagiaan sejati dalam dunia orang fasik. Kesuksesan dan kebahagiaan sejati hanya ada dalam Tuhan jika kita mengikuti jalan-jalan-Nya.

 

Kita memiliki Penasihat Yang Ajaib, Yaitu Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat kita. Pertanyaannya adalah apakah kita sungguh-sungguh memerlukan dan mencari nasihat-Nya? Dan apakah kita sungguh-sungguh berniat untuk melaksanakan nasihat-Nya?

 

Yang kedua: Yesus, Anak Allah itu juga Allah Yang Perkasa. Anak Allah adalah Allah. Ia memiliki kesetaraan dengan Allah Bapa (Filipi 2:6), hanya Anak Allah menundukkan diri-Nya sepenuhnya kepada otoritas Allah Bapa (1 Korintus 15:28). Ia menundukkan diri dan taat kepada Allah Bapa, bahkan sampai rela mati secara menderita di kayu salib (Filipi 2:8) untuk menggenapi rencana dan kehendak Allah Bapa untuk menyelamatkan manusia.

 

Allah Bapa sangat berkenan kepada Anak-Nya yang tunggal karena kasih dan ketaatan-Nya, sehingga Allah Bapa mengaruniakan segala kuasa kepada-Nya baik di bumi, maupun di Sorga (Matius 28:18).

 

Di bumi Anak Allah menjadi Tuhan atas semua. Ia penguasa, Raja di atas segala raja, dan Tuhan di atas semua tuan (1 Timotius 6:15).

 

Di sorga Anak Allah duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Markus 16:19; Lukas 22:69) dan Allah Bapa memberikan kepada-Nya kuasa untuk menghakimi (Yohanes 5:22), sehingga Ia berkuasa untuk menerima orang yang percaya kepada-Nya di dalam Kerajaan Sorga untuk hidup selamanya bersama-Nya, dan Ia juga berkuasa untuk memasukkan orang yang tidak percaya kepada-Nya ke dalam kebinasaan kekal di dalam neraka (Matius 10:28), terpisah dari Allah selama-lamanya. Itulah sebabnya kita harus percaya kepada-Nya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat supaya kita tidak binasa melainkan diampuni dosanya dan memperoleh hidup yang kekal di sorga (Yohanes 3:18).

 

Di bumi Anak Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu. Baginya tidak ada suatupun perkara yang mustahil. Bagi kita yang hidup di bumi tidak semua perkara dapat kita tangani dengan kekuatan dan kemampuan kita sendiri. Ada perkara-perkara yang berada di luar jangkauan kemampuan dan kekuatan kita. Perkara-perkara itu menjadi hal yang mustahil bagi kita sebagai manusia. Jika kita percaya kepada Yesus, Anak Allah dan menjadikan-Nya Tuhan atas hidup kita dengan tunduk dan taat sepenuhnya kepada-Nya, maka Yesus, Anak Allah yang adalah  Allah Yang Perkasa itu akan mengerjakan hal-hal yang mustahil untuk kita sehingga bagi kita yang percaya tidak ada perkara yang mustahil (Markus 9:23). Kita akan memasuki kehidupan dalam ketidakmustahilan.

 

Jika tidak ada perkara yang mustahil bagi orang yang percaya penuh kepada Anak Allah, maka tidak ada masalah di bumi yang tidak ada jalan keluarnya bagi orang yang percaya, sebab Yesus, Allah yang perkasa, adalah jalan keluarnya bagi kita. Di mana tidak ada jalan Yesus akan membuka jalan bagi kita (2 Samuel 22:33) . Ketika kita menghadapi jalan buntu dan semua pintu tertutup bagi kita maka kita bisa menengadahkan kepala kita ke atas dan memandang kepada Dia, dan Yesus akan membukakan jalan yang ajaib bagi kita, sebab Ia adalah Jalan.

 

Jika kita diganggu oleh si iblis, maka orang percaya yang tunduk dan taat kepada Allah akan memiliki kuasa dan otoritas untuk mengusir Iblis dan Iblis pun akan lari daripadanya (Yakobus 4:7), sebab Yesus, Allah Yang Perkasa akan membela dan melindunginya. Jika iblis berhasil diusir maka banyak masalah sulit dalam hidup kita akan meninggalkan hidup kita, sebab Iblislah gembong dari berbagai masalah itu.

 

Yang ketiga: Yesus adalah Bapa Yang Kekal.

 

Seorang bapa (ayah) adalah tiang utama dalam keluarga. Ia adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas keluarga. Bapa adalah yang memelihara, menyediakan, mendidik, mengatur, melindungi dan membela kehidupan anak-anaknya.

 

Nasib anak-anak ditentukan oleh ayah mereka; apakah ayah mereka baik, bijaksana dan mampu, atau ayah mereka jahat, tidak bijaksana atau miskin. Jika memiliki ayah yang baik dan mampu, maka anak-anaknya terpelihara. Tetapi walaupun ayah kita mampu dan baik suatu hari ayah kita dapat menjadi tua, sakit-sakitan dan tidak berdaya lagi.

 

Ada juga anak-anak yang kurang beruntung. Ada yang tidak mengenal ayah mereka sebab mereka sudah ditinggalkan sejak kecil. Ada yang memiliki ayah yang tidak mampu, baik secara fisik karena sakit, atau tidak mampu secara ekonomi karena miskin, atau tidak mampu menjadi ayah yang baik karena sifat mereka yang buruk sehingga mereka menderita justru oleh ayah mereka sendiri.

 

Tetapi bagaimana pun keadaan kita sebagai anak dan bagaimana pun keadaan ayah kita, di dalam Yesus kita memiliki Bapa Yang Kekal, yang tidak pernah menjadi tua, lemah atau meninggalkan kita. Yesus, Allah Yang Perkasa, Ia juga mau menjadi Bapa bagi kita, orang-orang yang percaya kepada-Nya (2 Korintus 6:18).

 

Jika kita tidak memperoleh nasib yang baik sebagai anak dari ayah di dunia ini, kita masih memiliki harapan besar untuk berubah nasib jika Yesus menjadi Bapa dan kita menjadi anak-Nya melalui iman kepada-Nya (Yohanes 1:12). Ia akan memberikan apa yang tidak dapat diberikan oleh ayah kita di dunia ini sebab Ia adalah Bapa Yang Kekal.

 

Yesus, Bapa Yang Kekal, akan menyediakan semua keperluan kita dengan limpahnya karena Ia Bapa yang maha kaya (Kejadian 22:14). Ia juga akan mengatur kehidupan kita dengan sempurna dan bijaksana. Ia akan melindungi dan membela kita (Roma 8:31-34). Pertolongan-Nya akan datang tepat pada waktu-Nya dan perlindungan serta pembelaan-Nya dapat diandalkan (Mazmur 46:2).

 

Kita beruntung karena kita memiliki Yesus, Bapa Yang Kekal. Yesus, Bapa Yang Kekal, yang bukan hanya menyediakan apa yang kita butuhkan, tetapi juga yang menasihati dan mendidik kita dengan penuh kelembutan melalui firman-Nya yang berbicara di dalam hati nurani kita (Mazmur 16:7); yang mendisiplin kita dengan penuh kasih untuk kebaikan kita (Ibrani 12:5-11); yang mengampuni kita dengan penuh belas kasihan ketika kita jatuh dan bertobat kembali; yang bersukacita melihat pertobatan kita dan memulihkan kembali keadaan kita dan menerima kita kembali sebagai anak-Nya (Lukas 15:11-32); Ialah Tuhan dan Juruselamat kita.

 

Kita bersyukur Allah memberikan Yesus menjadi Bapa Yang Kekal kepada kita. Marilah kita mengasihi Dia dengan melakukan perintah dan kehendak-Nya. Pertanyaannya adalah apakah kita menjalankan kehidupan kita sebagaimana layaknya anak-anak Bapa dengan melakukan kehendak-Nya (Matius 7:21 & 21:31). Hanya orang yang melakukan kehendak Bapa yang layak disebut anak-anak Bapa. Hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa akan mengalami dan menikmati kebaikan Bapa Yang Kekal. Bapa Yang Kekal akan melakukan kehendak anak-anak-Nya yang melakukan kehendak-Nya (Mazmur 145:19).

 

Tetapi jika kita hidup sebagai orang Kristen yang tidak taat kepada kehendak Bapa, kita tidak layak disebut anak-anak Bapa apalagi menuntut hak-hak kita kepada-Nya. Anugerah itu tersedia melalui iman, tetapi diperoleh dan dinikmati melalui ketaatan.

 

Yang keempat: Yesus adalah Raja Damai.

 

Sebagai Raja, Yesus memiliki wilayah kekuasaan yang disebut sebagai Kerajaan Allah. Kerajaan Allah dihuni oleh orang-orang percaya yang tunduk dan taat kepada undang-undang Kerajaan Allah yaitu Firman Allah. Ketika kita hidup sesuai dengan prinsip Firman Allah, maka kita sedang hidup sesuai dengan undang-undang Kerajaan Allah. Dan jika kita hidup sesuai dengan undang-undang Kerajaan Allah, maka kita akan menikmati semua kebaikan dan kemuliaan Kerajaan Allah, karena kita telah hidup sebagai warga Kerajaan Allah yang sejati.

 

Meskipun kita masih hidup di dunia ini kita dapat menikmati hak istimewa warga Kerajaan Allah di bumi ini, jika kita hidup sesuai dengan undang-undang Kerajaan Allah. Apa hak-hak istimewa warga Kerajaan Allah?

 

Kita mendapatkan hak istimewa perlindungan dan pembelaan dari Yesus, Raja kita yang akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk senantiasa melindungi dan membela kita di tengah dunia yang jahat ini (Mazmur 34:8 & 91:11). Tanpa kita lihat dan sadari Yesus – yang berkuasa untuk memanggil 12 pasukan malaikat (Matius 26:53) – telah memerintahkan para malaikat-Nya untuk melindungi dan membela kita.

 

Inilah yang terjadi ketika Elisa dikepung tentara (2 Raja-Raja 6:15-17), ketika Sadrakh, Mesakh dan Abednego dimasukkan ke dalam dapur api (Daniel 3:24-26), ketika Daniel dimasukkan ke gua singa (Daniel 6:23), dan ketika anak-anak Tuhan diperhadapkan dengan bahaya.

 

Nama Yesus, jika disebutkan, sangat berkuasa karena Yesus adalah Raja. Nama itu dapat membuat para pasukan sorgawi datang melindungi kita dan berkemah sekeliling kita untuk menjagai kita (Mazmur 34:8). Jika kita mengetahui ini melalui mata iman kita, maka kita akan merasakan damai sejahtera, karena Yesus adalah Raja Damai.

 

Sebagai warga Kerajaan Sorga juga kita mendapat keistimewaan untuk dibedakan dari nasib orang-orang yang tidak mengenal Tuhan (Keluaran 33:16; Maleakhi 3:17-18). Meskipun kita hidup di dunia yang sama, tetapi kita dapat terlindungi dari situasi yang terjadi di sekeliling kita, kecuali atas seijin Tuhan. Ingat saja bagaimana umat Israel di Mesir yang tinggal di tanah Gosyen (Keluaran 8:22; 9:26). Mereka terlindungi dari berbagai tulah yang menimpa bangsa Mesir meskipun mereka tinggal di negeri yang sama.

 

Apapun situasi yang menimpa dunia sama sekali tidak akan mempengaruhi Kerajaan Allah sebab Kerajaan Allah adalah Kerajaan yang tak tergoncangkan (Ibrani 12:28). Dan kita warga Kerajaan Allah akan dibedakan sebab Yesus adalah Raja yang berkuasa atas kita. Ialah Raja Damai.

 

Tetapi untuk mengalami damai sejahtera Kerajaan Allah di bumi haruslah kita hidup dalam kebenaran. Kebenaran adalah nilai seluruh undang-undang Kerajaan Allah. Jika kita hidup sesuai dengan kebenaran, maka kita akan mengalami damai sejahtera. Jika kita mengalami damai sejahtera barulah kita akan merasakan sukacita dari Roh Kudus, yaitu sukacita yang sejati (Roma 14:17).

 

Tetapi jika kita tidak hidup dalam kebenaran, artinya tidak hidup sesuai dengan prinsip dan undang-undang Kerajaan Allah, maka kita tidak akan merasakan damai sejahtera. Yang ada adalah rasa bersalah, rasa takut, rasa terhukum, rasa terancam, malu dan kehilangan harga diri. Jika itu semua terjadi bagaimana mungkin kita dapat memiliki sukacita sejati.

 

Kita mungkin akan berusaha untuk mendapatkan kesenangan dunia yang dapat dibeli dengan uang. Tetapi itu tidak memberikan sukcita yang sejati seperti yang diberikan Roh Kudus. Itu adalah kesenangan semu yang bersifat sementara dan akan memberikan rasa hampa yang luar biasa setelahnya.

 

Tetapi kita bersyukur karena Yesus Kristus telah dianugerahkan kepada kita sebagai Raja Damai karena kita hidup dalam undang-undang Kerajaan Allah, yaitu kebenaran. Kepada orang-orang yang hidup dalam kebenaran, Yesus sang Raja Damai, akan memberikan damai sejahtera-Nya (Yohanes 14:27)  yang melampui segala akal (Filipi 4:7) untuk menjagai hati dan pikiran kita supaya tetap tenang, teduh dan damai, bahkan di tengah situasi dunia yang penuh gejolak. Itulah sebabnya damai di bumi hanya ada di antara manusia yang berkenan kepada-Nya (Lukas 2:14), yaitu yang hidup dalam kebenaran. Sementara bagi orang yang tidak hidup dalam kebenaran, tidak ada damai bagi mereka di bumi.

 

Apapun yang terjadi dengan dunia, jika kita hidup sebagai warga Kerajaan Allah, maka kita akan dapat merasakan dan mengalami Kerajaan Allah di bumi ini. Meskipun dunia ditimpa krisis ekonomi, warga Kerajaan Allah tetap hidup dalam kecukupan bahkan berkelimpahan sehingga dapat menolong orang-orang lain yang memerlukan pertolongan (2 Korintus 9:8). Meskipun ada berbagai situasi yang berbahaya warga Kerajaan Allah akan terlindungi oleh tangan Yang Kuat.

 

Keistimewaan yang kita terima sebagai warga Kerajaan Allah akan memberikan perbedaan nyata di akhir zaman antara orang yang takut akan Tuhan dan yang tidak, antara yang taat dan yang tidak taat, antara sungguh-sungguh hidup bagi Tuhan dan yang tidak (Maleakhi 3:18), sehingga kita akan bersinar seperti bintang-bintang di tengah kegelapan dunia (Filipi 2:15), menjadi kesaksian bagi kemuliaan Tuhan. Terang yang terbit atas kita itulah yang akan menarik orang-orang yang tidak percaya untuk datang kepada Tuhan (Yesaya 60:2-3) dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselemat mereka sehingga mereka juga diselamatkan.

 

Jadi, apalagi yang kurang dari pemberian Allah di dalam Yesus Kristus? Bukankah semua kebutuhan kita sudah tersedia dengan lengkap, sempurna dan mulia di dalam Yesus?

 

Yesus adalah segalanya bagi kita. Memiliki Yesus adalah memiliki segalanya. Semuanya terpenuhi dan tercukupi di dalam Yesus. Marilah kita hidup bagi Dia saja! Yesus adalah Pemberian Allah Bapa yang sempurna bagi semua manusia!

 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

7 Berkat Natal yang Menjawab Semua Kebutuhan

Lukas 2 : 10 - 11,  “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”

 

Seandainya saja dunia mengerti, Natal sesungguhnya membawa “Kesukaan Besar” bagi seluruh bangsa di dunia. Sebab, pada hari itu Juruselamat dunia telah lahir, yaitu Yesus Kristus, Tuhan; dunia mendapatkan seorang Juruselamat.

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday306
mod_vvisit_counterYesterday1227
mod_vvisit_counterThis week2856
mod_vvisit_counterLast week9288
mod_vvisit_counterThis month14569
mod_vvisit_counterLast month33558
mod_vvisit_counterAll908744

People Online 25
Your IP: 54.163.210.170
,
Now is: 2017-12-12 08:30



Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.