top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...


PERTEMUAN KBN November 2017 (Talkshow) : Minggu, 26/11/2017 Pk 17.00," Antisipasi Keadaan 2018, oleh : Bapak Ir. David Kurniadi " Gedung Istana Gading Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh
Mengapa Anak Allah Harus Turun Ke Dunia? PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi for Pdt. Steve Budiman   
Thursday, 29 December 2016 09:11

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"- yang berarti: Allah menyertai kita” (Matius 1:21-23).

 

Peristiwa yang dituliskan di atas terjadi pada masa 2000 tahun yang lalu. Apa yang dianggap luar biasa oleh Matius sehingga peristiwa itu perlu ditulis? Dan mengapa pula peristiwa itu dirayakan oleh lebih dari separuh penduduk dunia sampai saat ini?

 

Apakah karena Ia bernama “Yesus”? Tidak! Nama itu adalah nama yang umum atau biasa di antara orang Yahudi. Banyak orang menyandang nama itu. Bahkan penjahat yang dibebaskan Pilatus juga bernama “Yesus Barabas” (Matius 27:16). Apakah karena Ia lahir di kandang? Tidak juga, karena ada banyak juga orang yang lahir di tempat yang tidak biasa karena terpaksa dan di luar rencana. Apakah karena Ia lahir pada “malam itu”? Tidak juga, karena pada malam itu pasti lahir juga bayi-bayi yang lain, sehingga Herodes pun memerintahkan bayi-bayi yang kemungkinan lahir pada masa yang sama (Matius 2:16).

 

Lalu, apakah yang membuat Matius terpanggil untuk menuliskannya?

 

Yang pertama adalah karena kelahiran-Nya “telah dinubuatkan” jauh sebelum peristiwa kelahiran-Nya terjadi. Seorang nabi yang bernama Yesaya yang hidup kira-kira 700 tahun sebelum Kristus dilahirkan telah menubuatkan tentang kelahiran-Nya. Yesaya menubuatkan: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" (Yesaya 7:14).

 

Tempat kelahiran Yesus bahkan dinubuatkan oleh nabi Mikha, yaitu di Betlehem (Mikha 5:1) juga 700 tahun sebelumnya. Tidak ada seorang anak yang begitu istimewa kelahirannya seperti ini sehingga jauh sebelum dilahirkan telah dinubuatkan dengan akurat.

 

Yang kedua adalah, karena Yang dilahirkan itu adalah “Imanuel,” yaitu Allah yang menjadi Manusia. Imanuel sendiri artinya: “Allah beserta kita.” Nubuatan nabi Yesaya mengatakan: “dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.”

 

Matius melihat dan menyaksikan di kemudian hari bahwa Yesus bukanlah manusia biasa atau sekedar Nabi, tetapi Ia adalah Anak Allah yang menjelma menjadi manusia. Ia menyaksikannya dari mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya, perkataan dan kuasa-Nya (Matius 44:33), dari peristiwa kematian (Matius 27:54) dan kebangkitan-Nya dan peristiwa-peristiwa lainnya selama Matius berjalan bersama Yesus sebagai salah seorang murid-Nya.

 

Yesus sendiri membenarkan ketika Petrus oleh penyataan Allah Bapa membuat pengakuan: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Matius 16:16-17). Ia juga tidak menyangkal ketika Imam Besar bertanya kepada-Nya apakah Ia sungguh Anak Allah (Matius 26:63-64). Bahkan roh-roh jahat pun tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah (Matius 8:29).

 

Dalam Injil yang ditulisnya, Matius memaparkan argumentasinya yang membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang dijanjikan, Anak Allah yang menjadi Manusia dan bahwa Yesus adalah “Nabi” seperti Musa (Ulangan 18:15) yang bahkan lebih tinggi dari Musa (Ibrani 2:1-6).

 

Pertanyaannya adalah: Mengapa Allah harus menjadi Manusia? Karena Allah ingin memberikan kemerdekaan kepada manusia dari dosa. “Engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka,” demikian firman Allah yang disampaikan malaikat Tuhan kepada Yusuf (Matius 1:21).

 

Tetapi, bukankah Allah itu Mahakuasa? Bukankah dengan kemahakuasaan-Nya itu Allah dapat melakukannya langsung dari sorga tanpa harus turun ke dunia dan menjelma menjadi manusia? Bukankah karena inkarnasi-Nya, ini menjadi “persoalan” yang menyebabkan perdebatan dan pertentangan, bahkan sampai saat ini?

 

Allah turun ke dunia, menjelma menjadi Manusia dan tinggal di antara manusia, karena Ia ingin menunjukkan “solidaritas-Nya” kepada manusia. Ia dapat saja tinggal di Sorga dan melihat semua yang terjadi atas manusia. Tetapi Allah memutuskan untuk menunjukkan kasih dan kepeduliaan-Nya dengan rela turun ke dunia dan menjelma menjadi manusia. Ia ingin mengalami sendiri penderitaan manusia dan memahaminya untuk menyelamatkan manusia dari dosa mereka, yang merupakan pangkal dari semua masalah dan penderitaan manusia.

 

“Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya…Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:10,11,14). 

 

Ada tiga anugerah yang besar yang Allah berikan kepada manusia melalui kelahiran Kristus di dunia.

 

Yang pertama adalah, Allah sendiri hadir dalam rupa manusia untuk memperkenalkan diri-Nya. Allah ingin memperkenalkan diri-Nya secara konkrit, karena selama ini manusia hanya berteori tentang Allah yang tidak pernah mereka lihat. Teori-teori tentang Allah itulah yang disajikan oleh agama-agama yang ada di dunia. Berbagai teori tentang Allah itu menghasilkan berbagai versi illah menurut pandangan agama masing-masing. Itulah sebabnya Allah harus turun ke dunia dan hadir di antara manusia untuk menghentikan semua teori tersebut.

 

Saudara bisa membayangkan tentang isteri saya ketika saya menceritakan atau menerangkan kepada saudara seberapa tinggi badannya, bentuk wajahnya dan potongan rambutnya, berat badannya dan warna kulitnya. Dari uraian itu saudara mulai berteori tentang rupa isteri saya yang belum pernah saudara lihat. Tetapi ketika isteri saya sendiri hadir ke hadapan saudara dan memperkenalkan dirinya, maka barulah saudara dapat mengenalnya dengan benar dan bukan hanya berteori saja.

 

Memang sejak zaman dahulu Allah sudah memperkenalkan dirinya. Ia memperkenalkan dirinya melalui alam ciptaan-Nya yang begitu indah, luas dan dahsyat. Tentulah itu semua tidak mungkin ada kalau tidak ada yang menciptakannya. Sedangkan benda-benda yang ada di sekitar kita saat ini seperti komputer, lampu, kursi, meja, buku-buku, rumah dan lain sebagainya tidak mungkin ada begitu saja kalau tidak ada yang membuatnya. Jika benda-benda yang sederhana itu saja ada karena ada yang membuatnya, bagaimana mungkin orang dapat mengatakan bahwa alam yang begitu luas, dahsyat dan mengagumkan itu ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya. Allah sudah berusaha memperkenalkan diri-Nya melalui ciptaan-Nya tetapi tetap ada manusia yang tidak mengenal-Nya dan mengakui-Nya.

 

“Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahihan-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Roma 1:20).

 

Allah juga memperkenalkan diri-Nya melalui berbagai mujizat dan peristiwa-peristiwa supranatural. Bangsa Israel telah menyaksikan bagaimana Allah berbuat berbagai mujizat yang luar biasa di depan mata mereka; sepuluh tulah, laut yang terbelah, tiang awan dan tiang api, manna dan pemeliharaan Allah selama 40 tahun perjalanan di padang gurun (Ulangan 8:4). Namun demikian bangsa Israel yang telah melihat semuanya tetap saja menolak mengenal Allah, bahkan mereka membuat “lembu emas” dan menyembahnya sebagai allah.

 

Kemudian Allah juga memperkenalkan diri-Nya melalui para nabi dan hamba-hamba-Nya yang bernubuat dan menyampaikan firman Allah. Dan sekarang Ia memperkenalkan diri-Nya dengan turun sendiri ke dunia dan menjelma menjadi manusia dan hidup di antara manusia sebagai Imanuel. Allah sekarang berinkarnasi supaya dapat dilihat, diraba dan didengar (1 Yohanes 1:1), dengan maksud supaya manusia bisa mengenalnya secara konkrit dan lebih pribadi, dan bukan hanya berteori. Kita bahkan dapat bersekutu dengan-Nya.

 

“Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada akhir zaman ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah telah menjadikan alam semesta” (Ibrani 1:1-2).

 

Melalui inkarnasi Anak Allah, Allah sebenarnya sedang mempermudah manusia untuk dapat mengenal-Nya. Adalah sulit dan hampir mustahil bagi saya untuk bertemu dan mengenal Presiden secara pribadi karena hambatan protokoler kepresidenan. Tetapi adalah menjadi sangat mudah ketika Presiden sendiri memutuskan untuk bertemu dengan saya dan memperkenalkan dirinya.

 

“Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9)

 

Yang kedua adalah, Allah hendak merasakan pergumulan manusia. Allah sebenarnya bisa memilih kenyamanan tinggal di sorga dari pada mengalami penderitaan sebagai manusia dari lahir di kandang, hidup sebagai anak keluarga tukang kayu dari desa kecil Nazaret, dalam pergaulan dengan masyarakat disalahmengerti dan dibenci karena mengaku sebagai Anak Allah, dikhianati, ditangkap dan dianiaya seperti seorang penjahat, mati dengan cara yang sangat hina dan menderita, dikuburkan selama 3 hari, namun akhirnya Ia bangkit kembali. 

 

“Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Filipi 2:6-7).

 

Yesus adalah “Allah Yang Rela Menderita.” Tidak ada allah lain yang seperi Dia, yang karena begitu mengasihi dan peduli sampai rela meninggalkan kenyamanan-Nya di sorga untuk bersolidaritas dengan penderitaan manusia dengan turun ke dunia. Dia adalah satu-satunya, dan itu semua dilakukan-Nya karena begitu besar kasih-Nya kepada manusia yang diciptakan-Nya. Inkarnasi dan perjalanan hidup yang sulit adalah pilihan dan komitmen Yesus karena Dia tidak mau berteori tentang penderitaan manusia. Dia tidak hanya mau menyaksikannya dari sorga dan mengetahuinya dari kemahatahuan-Nya. Tetapi Ia mau mengalami dan merasakannya sendiri.

 

Itulah sebabnya Yesus Kristus mampu menjadi Imam Besar Agung, yang bersyafaat dan membela umat-Nya karena dalam segala hal Ia telah dicobai sama seperti manusia, hanya saja Ia tidak berbuat dosa (Ibrani 4:15). Ia dapat merasakan penderitaan dan kelemahan manusia. Ia berempati dengan penderitaan manusia, sehingga Ia sungguh-sungguh dapat membela dan menyelamatkan manusia. Ia juga dapat menjadi Penasihat Ajaib bagi manusia, karena Ia pernah mengalami dan merasakan penderitaan hidup manusia. Kita dapat datang kepada-Nya dan mengadukan perkara kita untuk mendapatkan pembelaan dan pertolongan-Nya.

 

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya” (Ibrani 4:16).

 

Seorang profesor yang mengajar di beberapa universitas terkenal di dunia, sangat terkenal dan dikagumi, suatu kali memutuskan untuk meninggalkan kariernya dan pergi melayani anak-anak cacat yang bahkan harus disuapi dan dimandikan karena ketidakberdayaan mereka. Seorang temannya datang menjenguknya dan bertanya mengapa ia meninggalkan pekerjaannya yang sangat bergengsi hanya untuk melayani anak-anak cacat. Ia menjawab bahwa selama ini dengan pengetahuannya ia telah mengajarkan banyak teori dan pengetahuan yang hanya dapat dinikmati oleh para mahasiswa yang belajar di universitas-universitas terkenal tersebut. Dan para anak cacat itu tidak mungkin dapat kesempatan untuk menikmati pelayananya jika ia tidak pernah terjun melayani mereka. Lagi pula dari mereka inilah ia justru belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya dan bukan hanya berkutat pada teori-teori saja.

 

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lembang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Yesaya 9:5).

 

Yesus, Anak Allah yang turun ke dunia, sekarang menjadi Penasihat Ajaib bagi kita yang percaya. Seorang penasihat yang baik bukan hanya memiliki teori dan pengetahuan, tetapi terlebih lagi memiliki pengalaman dan empati yang sebenarnya. Jika penasihat itu tidak pernah mengalaminya maka semua nasihatnya adalah teori saja.

 

Yang ketiga adalah, Allah melalui inkarnasi-Nya ingin membawa manusia kembali kepada-Nya. Allah turun langsung ke dunia untuk membawa semua manusia kepada-Nya. Ini adalah rencana di balik peristiwa Natal.

 

Tidak ada seorang pun yang datang dari Sorga untuk menunjukkan jalan ke Sorga kecuali Yesus, Anak Allah, yang turun dari Sorga (Yohanes 3:13). Banyak orang berteori tentang jalan ke Sorga padahal mereka belum pernah ke sana. Mereka sudah mati meninggalkan dunia ini tetapi kita tidak tahu pasti sekarang mereka ada di mana. Kita tidak tahu apakah mereka berhasil ke Sorga berdasarkan jalan yang mereka ajarkan. Tetapi Yesus, datang dan turun dari Sorga sehingga Ia tahu persis jalan untuk ke Sorga, dan Ia pun telah kembali ke Sorga. Apakah kita mau mempercayakan perjalanan akhir hidup kita kepada ajaran orang yang belum pernah ke Sorga? Inilah perbedaan Injil dengan agama-agama lain. Karena di dalam Injil Yesus menunjukkan jalan yang benar ke Sorga yaitu melalui diri-Nya dan menjamin orang yang percaya kepada-Nya. Ia bahkan dengan penuh kepastian mengatakan kepada penjahat yang disalib di sebelah kanan-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau aka nada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Lukas 22:43). Siapakah orang yang dapat mengatakan dengan penuh kepastian seperti ini?

 

Yesus adalah Anak Allah, Pemilik Sorga, yang mengatakan dengan penuh kepastian dan jaminan: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu…. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ … Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:1-6).

 

Ketiga anugerah ini dikaruniakan kepada kita karena kasih-Nya, bukan karena kita memiliki kualitas yang memadai sehingga layak untuk itu; bukan karena talenta yang kita miliki, kharisma, potensi, kemampuan atau kecakapan yang kita miliki, tetapi murni karena Allah mengasihi kita. (Ditulis kembali dari khotbah Pdt. Stefanus R. Budiman, MTh pada Ibadah Perayaan Natal GSJP, 25.12.2016).

 

 

 

 

 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

Krisis

Krisis adalah suatu situasi atau keadaan yang mengandung ancaman atau berbahaya. Krisis dapat terjadi dalam berbagai area dalam kehidupan dan dengan intensitas, jangka waktu atau tingkat ancaman atau bahaya yang berbeda-beda. Krisis dapat menimpa kehidupan pribadi berupa krisis rumah tangga (misalnya ancaman perceraian), kesehatan (misalnya keadaan sakit parah), masalah dalam keluarga (misalnya konflik dalam keluarga) atau krisis keuangan (misalnya masalah hutang piutang). Krisis dapat menimpa dunia bisnis dan pekerjaan misalnya kebangkrutan atau pemutusan hubungan kerja. Krisis dapat menimpa suatu daerah misalnya bencana alam, atau suatu bangsa misalnya resesi ekonomi, krisis politik atau konflik sosial. Krisis dapat juga menimpa gereja (misalnya masalah kepemimpinan, perpecahan, penganiayaan). Krisis bahkan dapat menimpa dunia seperti krisis ekonomi global atau perang dunia.

 

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday312
mod_vvisit_counterYesterday1577
mod_vvisit_counterThis week5005
mod_vvisit_counterLast week11262
mod_vvisit_counterThis month25378
mod_vvisit_counterLast month46116
mod_vvisit_counterAll965669

People Online 19
Your IP: 54.226.41.91
,
Now is: 2018-01-17 04:54



Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.