top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...


PERTEMUAN KBN November 2017 (Talkshow) : Minggu, 26/11/2017 Pk 17.00," Antisipasi Keadaan 2018, oleh : Bapak Ir. David Kurniadi " Gedung Istana Gading Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh
Menjadi Replika dan Miniatur Kristus PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi for Pastor Handoko Pangarso   
Tuesday, 08 August 2017 21:38

“Rahasia yang tersembunyi berabad-abad dan dari generasi ke generasi, tetapi yang sekarang disingkapkan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah berkenan untuk memberitahukan betapa hebatnya, bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, kekayaan kemuliaan rahasia itu, yaitu: Kristus ada di dalam dan diantara kamu, yang adalah Pengharapan akan kemuliaan” (Kolose 1:26-27).

 

Rahasia besar yang tersembunyi berabad-abad dan dari generasi ke generasi adalah: “Kristus ada di dalammu dan di antaramu.” Mengapa rahasia ini tersembunyi sedemikian lamanya? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus kembali ke permulaan sejarah, yaitu ketika manusia diciptakan.

 

Pada mulanya ketika Allah menjadikan manusia, Allah berkata: “Marilah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa (atas segala ciptaan di bumi)” (Kejadian 1:26).

 

Ayat ini berbicara tentang “tujuan penciptaan manusia,” yaitu untuk memiliki gambar dan rupa Allah. Lebih khusus lagi, memiliki gambar dan rupa Anak Allah. Mengapa Anak Allah?

 

Karena, dari ketiga Pribadi Keallahan – Tritunggal, Anak Allah adalah satu-satunya Pribadi di mana seluruh kepenuhan ke-Allahan (Divine Substance) berdiam secara jasmaniah (Kolose 2:9). Anak Allah adalah gambar yang terlihat dari Allah yang tidak kelihatan dan memiliki keserupaan yang tepat/persis dengan Allah. Ia adalah representasi Allah yang tidak terlihat (Kolose 1:15).

 

Jadi, tujuan semula Allah menciptakan manusia bukan hanya untuk menjadikan mahluk dengan sifat yang baik saja, yang suka melakukan hal-hal yang baik saja, tetapi untuk membuat suatu mahluk yang akan memiliki keserupaan dengan Anak Allah. Semua kebaikan dalam sikap dan tindakan sudah tercakup dalam karakter dan kepribadian Anak Allah (Galatia 5:22-23).

 

Inilah yang menjadikan perbedaan yang signifikan dari Kekristenan dari pada agama-agama lainnya, atau dari tujuan mulia hidup manusia pada umumnya. Sang Pencipta ingin menjadikan mahluk yang akan memiliki keserupaan dengan diri-Nya.

 

Menjadi pribadi yang baik yang selalu melakukan perbuatan baik adalah tujuan normal hidup manusia yang diajarkan oleh agama-agama dunia, dan bahkan kaum atheis sekalipun. Tetapi untuk hidup dengan tujuan hidup keserupaan dengan Anak Allah hanya dapat ditemukan dalam Kekristenan.

 

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi Yang sulung di antara banyak saudara” (Roma 8:29).

 

Jika manusia hidup dalam keserupaan dengan Kristus, maka kuasa dan otoritas akan diberikan kepada manusia supaya dapat memerintah dalam kehidupan: supaya ia berkuasa atas situasi dan bukan menjadi korban situasi. Kuasa datang bersama keserupaan. Dan keserupaan dengan Anak Allah adalah kemuliaan manusia.

 

Tetapi Adam, manusia pertama, memberontak terhadap Allah. Atas anjuran Setan, musuh Allah, manusia mengikuti keinginannya sendiri dan bukannya kehendak Allah. Ia ingin menjadi seperti Allah atau menjadi allah bagi dirinya sendiri menurut caranya (Kejadian 3:5). Manusia ingin hidup merdeka dari Allah. Jadi manusia meleset dari sasaran yang Allah tetapkan untuk mereka. Ini adalah prinsip dosa: “Hamartia,” kata dari bahasa Gerika untuk “meleset dari sasaran.”

 

Sebagai akibatnya manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23) yaitu, keserupaan dengan Anak Allah, dan ditolak oleh Allah. Lebih dari itu manusia menjadi oposisi Allah dan berseteru dengan Allah seperti Setan, musuh Allah (Roma 8:7). Dan hukuman karena “meleset” dari tujuan Allah, atau dosa, adalah “maut” yaitu “keterpisahan kekal dari Allah” (Roma 6:23).

 

“Tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Petrus 3:9).

 

Allah tidak menghendaki seorang pun binasa (2 Petrus 3:9). Ia ingin agar semua orang bertobat dan kembali kepada tujuan hidup semula, dan diselamatkan. Allah juga melihat bahwa manusia tidak dapat menolong dirinya sendiri (Mazmur 49:8). Mereka tidak dapat menebus diri mereka sendiri dari dosa.

 

“Karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya (tidak ada harga yang mencukupi)” (Mazmur 49:8).

 

Jadi dari kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, Allah mengambil inisiatif untuk menyelamatkan mereka dengan mengutus Anak-Nya (Yohanes 3:16-17), untuk mati di kayu salib dan menebus manusia dengan darah-Nya (Wahyu 5:9).

 

“Dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa” (Wahyu 5:9).

 

Allah mengutus Anak-Nya untuk membawa manusia kembali kepada tujuan semula yaitu untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya sehingga Allah dapat menerima mereka kembali.

 

Maka Anak Allah pun turun ke dalam dunia sebagai manusia biasa (Filipi 2:7). Ia hidup sebagaimana manusia pada umumnya tetapi dengan kuasa Roh Kudus (Lukas 4:14; Kisah Para Rasul 10:38). Ia penuh dengan Roh Kudus (Lukas 4:1). Dan Allah menetapkan sasaran/tugas bagi-nya yaitu untuk memperagakan kebaikan Allah melalui seluruh kehidupan-Nya sehingga dunia dapat melihat Allah yang tidak terlihat melalui Dia (Yohanes 1:18) dan dapat mengenal Bapa melalui Dia sebagai satu-satunya Allah yang benar (Yohanes 14:9). Maka, Yesus, demikianlah nama Anak Allah ketika berjalan di bumi, menjadi gambaran yang dapat dilihat dari Allah yang tidak kelihatan (Kolose 1:15).

 

 

“Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah, kecuali Anak Allah yang duduk di pangkuan-Nya (dalam keintiman hadirat Bapa). Ialah yang menyatakan-Nya (yang membuat Bapa dapat dilihat dan dikenal)” (Yohanes 1:18).

 

Yesus mencapai sasaran yang Bapa telah tetapkan bagi Dia (Yohanes 17:4). Ia tidak dan tidak pernah “hamartia,” meleset dari sasaran atau keliru dalam memperagakan Bapa. Ia dicobai sama seperti kita, tetapi Ia tidak berbuat dosa, tidak pernah meleset dari tujuan untuk menjadi gambaran Allah yang tidak kelihatan; menjadi representasi Bapa (Ibrani 4:15).

 

Itulah sebabnya mengapa Bapa sangat berkenan kepada-Nya dan mencurahkan kuasa atas-Nya untuk menguasai segala sesuatu (Lukas 4:18; Yohanes 17:2), karena Ia telah hidup di bumi sesuai dengan gambaran dan rupa Bapa, dalam keserupaan yang persis dengan Bapa. Dan Yesus menjadi jalan, dan satu-satunya jalan bagi semua orang untuk datang kepada Bapa: mengenal Allah yang benar (Yohanes 14:6).

 

“Roh Tuhan ada pada-Ku oleh karena Ia telah mengurapi Aku” (Lukas 4:18).

 

“Allah mengaruniakan Roh-Nya (kepada-Nya) dengan tidak terbatas” (Yohanes 3:34).

 

Yesus menyelesaikan pelayanan-Nya dengan mempersembahkan diri-Nya menjadi korban penebusan bagi keselamatan manusia (Roma 3:24), di kayu salib di bukit Golgota. Ia mati di sana sebagai Anak Domba Allah yang mengangkat dosa seisi dunia (Yohanes 1:29). Tetapi setelah tiga hari Ia bangkit dari antara orang mati dan hidup selamanya (Kisah Para Rasul 10:40; Wahyu 1:18). Ia kemudian kembali kepada Bapa, naik ke Sorga, dan duduk di sebelah kanan-Nya (Markus 16:19).

 

Yesus melakukan semuanya ini supaya dapat membawa kembali manusia kepada tujuan semula, yaitu menjadi gambaran dan rupa Allah sebagaimana ketika manusia dijadikan. Yesus telah membuka jalan bagi manusia untuk bertobat, atau berbalik dari jalan mereka yang salah, dari “hamartia” (keadaan meleset).

 

Yesus kemudian menyempurnakan misi-Nya dengan mengimpartasikan kehidupan-Nya sendiri ke dalam kehidupan orang-orang percaya –  mereka yang telah dibeli-Nya dengan darah-Nya – yaitu dengan mengutus Roh Kudus untuk tinggal di dalam mereka (Yohanes 14:16-17; 1 Korintus 6:19). Roh Kudus adalah Roh yang sama persis dengan yang pernah memenuhi Yesus selama pelayanan-Nya di bumi (Kisah Para Rasul 10:38).

 

“Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang tinggal di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu terima (sebagai hadiah) dari Allah? Bahwa kamu bukanlah milikmu sendiri. Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Oleh sebab itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu” (1 Korintus 6:19-20).

 

Ingatlah bahwa Anak Allah juga mengosongkan diri-Nya (melepaskan semua keistimewaan dan kedudukan-Nya yang setara dengan Allah), ketika Ia masuk ke dalam dunia dan mengambil rupa seorang manusia (Filipi 2:7). Ia menjadi seratus persen manusia dan bergantung sepenuhnya kepada kuasa Roh Kudus untuk menyelesaikan misi-Nya.

 

Dan sekarang Kristus, melalui Roh-Nya, hidup di dalam kehidupan orang percaya (Yohanes 14:16-17), untuk memungkinkan orang percaya hidup dalam keserupaan dengan Dia, untuk hidup sesuai dengan gambaran dan rupa Anak Allah (Roma 8:29).

 

Hidup dalam keserupaan dengan Kristus adalah satu-satunya hal yang dapat membuat Allah Bapa berkenan kepada kita, karena di seluruh semesta hanya satu Pribadi yang dapat memuaskan hati Bapa yaitu Anak-Nya Yang Tunggal dan kekasih (Matius 3:17). Jadi, satu-satunya jalan untuk memperkenankan hati Bapa adalah ketika orang percaya memperagakan kehidupan Kristus, menjadi “replika dan miniatur” Kristus, menjadi representasi Kristus dalam kehidupan setiap hari di dunia.

 

Allah menginginkan agar orang-orang dapat melihat dan mengenal Kristus melalui kita, sehingga mereka dapat menerima Dia dan juga Bapa, satu-satunya Allah yang benar. Dan ketika orang mengenal Allah Bapa dan Kristus mereka menerima hidup yang kekal (Yohanes 17:3).

 

“Kristus di dalam kamu” adalah pengharapan penuh kemuliaan bagi manusia (Kolose 1:27) supaya mereka dapat kembali kepada posisi sebenarnya di hadapan Allah ketika mereka diciptakan. “Kristus di dalam kamu” adalah rahasia bagaimana manusia dapat memiliki keserupaan dengan Anak Allah, memiliki gambar dan rupa Allah, yang adalah tujuan semula manusia diciptakan.

 

Ketika manusia dapat mencapai sasaran yang Allah telah tetapkan yaitu menjadi gambaran dan representasi Kristus maka Allah Bapa akan memulihkan kemuliaan dan otoritas mereka. Mereka akan mencerminkan kemuliaan Allah dan memiliki kuasa dan otoritas yang lengkap untuk menjadi delegasi (perwakilan) Allah. Sehingga Kristus tidak akan menjadi Tokoh sejarah masa lalu lagi, seorang yang dahulu pernah hidup di bumi, tetapi menjadi Tokoh aktual yang hidup di masa kini melalui kehidupan orang-orang percaya di mana Kristus hidup di dalamnya.

 

“Tetapi kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubahkan menjadi serupa dengan gambaran-Nya dalam kemuliaan yang semakin besar” (2 Korintus 3:18).

 

Tetapi untuk diubahkan menjadi serupa dengan gambaran Kristus, atau merepresentasikan Kristus dengan memperagakan kehidupan-Nya, adalah suatu proses seumur hidup, dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Itu dimulai ketika hati kita berbalik kepada Tuhan (2 Korintus 3:16) yaitu ketika kita memutuskan untuk memilih merepresentasikan Kristus dengan memperagakan kebaikan-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Kemudian, selubung yang selama ini menutupi dan menghalangi hati dan pikiran kita akan diangkat, dan Roh Kudus sebagai realisasi “Kristus di dalam kamu” akan mulai melepaskan kita dari ikatan yang membelenggu kita dan memberikan kemerdekaan (2 Korintus 3:17). Kita akan secara bertahap dilepaskan dari keinginan daging kita yang bertentangan dengan Roh Kudus (Galatia 5:16). Roh Kudus akan memerdekakan kita dari diri kita sendiri yang selalu menghalangi “Kristus di dalam kamu” untuk menyatakan diri-Nya dan memanifestasikan kehidupan-Nya melalui kita.

 

Seperti rasul Paulus kita dapat mengatakan: “Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Galatia 2:20). Dan orang-orang akan mulai melihat kebaikan Kristus di dalam kita. Mereka akan mengalami Kristus dan datang untuk mengenal Kristus, dan pada akhirnya mereka akan menerima Kristus dan percaya kepada Bapa, satu-satunya Allah yang benar.

 

Dan kita akan memancarkan kemuliaan Tuhan dengan wajah yang tidak berselubung (kepura-puraan). Dan karena ini adalah pekerjaan Roh Allah di dalam kita, maka kita diubahkan dari dalam, dari waktu ke waktu untuk menjadi semakin serupa dengan Anak Allah dalam kemuliaan yang semakin besar (2 Korintus 3:18). Jadi setiap hari kita harus mengevaluasi diri kita apakah kita merefleksikan gambaran Kristus dengan memperagakan kebaikan-Nya melalui percakapan kita, melalui sikap dan tindakan kita? Apakah orang-orang di sekitar kita dapat merasakan kebaikan Allah dan mengalami Kristus melalui kita?

 

“Kristus di dalammu” adalah kunci untuk kehidupan yang seperti ini: kehidupan yang memiliki keserupaan dengan Kristus. Kehidupan-Nya di dalam kita ingin memanifestasikan dirinya melalui kita sehingga dari waktu ke waktu kita diubahkan menjadi semakin serupa dengan-Nya. Tubuh fisik kita boleh jadi semakin melemah, tetapi kehidupan rohani kita semakin kuat dan mencerminkan kehidupan Kristus (2 Korintus 4:6).

 

“Oleh karena itu kami tidak tawar hati. Meskipun manusia jasmaniah kami semakin menurun kekuatannya, namun demikian manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari” (2 Korintus 4:6).

 

Ketika kita menunjukkan kehidupan Kristus yang ada di dalam kita dan orang dapat dengan jelas melihatnya, dan mereka tertarik untuk datang kepada Kristus dan percaya kepada-Nya, kita sebenarnya sedang memuridkan bangsa-bangsa (Matius 28:19) dan memenuhi bumi dengan pribadi-pribadi yang serupa Kristus. Jadi bumi akan dipenuhi dengan kemuliaan Kristus dan kehendak Allah terjadi di bumi seperti di sorga dan Kerajaan-Nya berdiri (Matius 6:0).

 

Kehidupan orang percaya yang menunjukkan gambaran dan keserupaan dengan Kristus adalah kehidupan yang menyenangkan hati Allah. Kehidupan seperti ini adalah seperti persembahan yang harum yang terus menerus naik ke hadirat Allah di sorga dan berkenan di hadapan Allah. Ini adalah penyembahan yang sebenarnya. Kita menyembah Allah bukan hanya dengan kata-kata, lagu-lagu dan gerakkan tubuh kita tetapi juga dengan memperagakan kehidupan Kristus.

 

Ironisnya banyak orang Kristen senang menjadi “artis penyembahan,” mereka menyukai penyembahan tetapi mereka tidak memperagakan sifat Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak mempraktekkan kehidupan Kristus, tetapi menonjolkan diri mereka sendiri dengan karakter yang belum berubah. Ini adalah sama dengan kehidupan para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka adalah penyembah-penyembah Allah. Mereka mengikuti dengan seksama/teliti ritual-ritual dan upacara keagamaan sesuai dengan hukum Taurat. Tetapi Yesus mencela mereka karena mereka melakukannya hanya untuk mendapatkan pujian orang-orang (Matius 23:5) sedangkan kehidupan mereka sendiri sama sekali tidak terjamah oleh penyembahan mereka. Apakah penyembahan mereka akan diterima oleh Allah?

 

Penyembah yang benar akan menyembah Bapa dan Roh dan Kebenaran (Yohanes 4:23-24). “Roh” adalah kehidupan dan “Kebenaran” adalah Kristus sendiri (Yohanes 14:6). Jadi penyembah sejati akan menyembah Bapa dengan mempraktekkan kehidupan Kristus: gaya hidup Kristus.

 

Menyembah dengan (mempraktekkan) kehidupan Kristus adalah model penyembahan di Yerusalem Baru. Itulah sebabnya mengapa hanya mereka yang tertulis namanya dalam Kitab Kehidupan Anak Domba yang dapat masuk ke Yerusalem Baru (Wahyu 21:27). Dan siapakah yang namanya tertulis dalam Kitab itu? Mereka adalah orang-orang yang menjalankan kehidupan yang serupa Kristus ketika di dunia. Mereka adalah orang-orang yang memiliki gambaran dan keserupaan dengan Kristus dalam kehidupan mereka. Mereka akan menyembah Allah dalam kekekalan dengan memperagakan kehidupan Anak Domba Allah, Penebus mereka. Sebagian dari penyembahan kekal mereka adalah memuji Allah dengan nyanyian dan ucapan syukur.

 

Apakah kita masih perlu menyembah Allah dengan mulut kita, dengan nyanyian dan tarian, dengan tangan yang terangkat memuji Dia? Tentu saja, ini adalah sebagian dari keseluruhan penyembahan kita. Ini adalah ekspresi yang indah dari kecintaan kita dan rasa syukur kita kepada Dia atas segala kebaikan yang Ia telah lakukan. Pada kenyataannya Allah berkenan hadir di tengah-tengah pujian dan  penyembahan yang benar dan tulus (Mazmur 22:4). Apa yang tidak Ia sukai adalah kemunafikan: yaitu menutupi dan menyembunyikan sikap buruk kita dengan kegiatan penyembahan (Matius 23:14,27).

 

Keserupaan dengan Kristus adalah jaminan bahwa Allah di sorga akan menerima kita, karena kita telah mencapai tujuan, sasaran, dari keselamatan kita (Roma 8:29). Dalam Matius 7:21-23 kita membaca tentang mereka yang mengklaim diri mereka sebagai orang percaya, bahkan sebagai pelayan-pelayan Tuhan, tetapi Allah menyangkali mereka, meskipun mereka sering menyebut nama Tuhan dan melakukan banyak hal di dalam nama Tuhan. Allah akan berkata kepada mereka dengan terus terang bahwa Ia tidak pernah mengenal mereka, karena meskipun mereka menyebut nama-Nya dan melakukan banyak hal dalam nama-Nya tetapi mereka tidak melakukan kehendak-Nya. Pada kenyataannya mereka menyalah-gunakan nama Allah untuk kepentingan dan tujuan mereka sendiri. Itulah sebabnya Allah menyebut mereka sebagai pelaku kejahatan. Mereka tidak hidup seperti Kristus telah hidup yaitu mentaati kehendak Bapa. Keserupaan dengan Kristus adalah akses legal untuk memasuki Kerajaan Sorga.

 

Keserupaan dengan Kristus, merepresentasikan Dia di dalam dunia, menjadi replika dan miniatur Kristus, itu menyenangkan hati Allah. Dan ketika hati Allah berkenan dengan kita, Ia akan mengaruniakan segala yang kita perlukan, segala yang Ia sediakan bagi kita (1 Korintus 2:9). Jadi, kehidupan dalam keserupaan dengan Kristus adalah doa tanpa kata yang naik ke sorga siang dan malam. Itulah sebabnya mengapa kita tidak perlu bertele-tele dalam berdoa agar doa kita didengar, karena Bapa mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita sebelum kita meminta kepada-Nya (Matius 6:7-8).

 

Kita hanya perlu hidup seperti Kristus, dan semua hal yang telah disediakan bagi kita akan diberikan kepada kita (1 Korintus 2:9). Kita seperti atlet pemanah dalam pertandingan panahan. Kita otomatis akan menerima hadiah yang disediakan jika kita berhasil mengenai sasaran yang ditentukan: kita tidak perlu memohon-mohon untuk itu.

 

Inilah yang terjadi dengan Yesus. Bapa sangat berkenan kepada-Nya sehingga Allah selalu mendengarkan doa-Nya. Yesus berkata: “Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku” (Yohanes 11:42). Dalam cara yang sama, Bapa akan selalu mendengarkan doa dari mereka yang hidup dalam keserupaan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Jadi kita akan memiliki doa-doa yang efektif jika kita menghidupi kehidupan Yesus.

 

Ini bukan beranrti kita tidak perlu lagi berdoa. Tidak! Jauhlah dari kita untuk berpikir seperti itu, karena Tuhan sendiri mengajar kita untuk berdoa (Matius 6:5-14), untuk berdoa dengan rajin dan tekun (Matius 7:7-8; Lukas 18:1), untuk berdoa kepada Bapa dalam nama-Nya (Yohanes 14:13-14). Tuhan telah membuat diri-Nya “rentan” terhadap doa anak-anak-Nya (Yohanes 16:23-24). Ia senang mendengar permohonan dari hati mereka. Ia senang mendengar doa yang keluar dari mulut anak-anak-Nya.

 

Mempraktekkan atau memperagakan kehidupan Kristus akan membawa kita mengenal Tuhan dengan lebih baik. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengenal Tuhan selain dari menghidupi kehidupan-Nya. Ketika kita menempatkan diri kita di posisi-Nya dan mengerjakan apa yang Ia kerjakan, kita akan semakin memahami Dia. Ketika kita mempraktekkan kesabaran-Nya, kasih dan belas kasihan-Nya, meskipun itu bertentangan dengan keinginan kita, kita akan mengenal Dia dan memahami diri-Nya dengan lebih baik. Ketika kita menunjukkan kebaikan-Nya kepada orang-orang lain yang memerlukan pertolongan; menunjukkan kesetiaan dalam situasi di mana tidak ada alasan bagi kita untuk tetap setia; mengampuni dan bukannya membalas, maka kita akan mengenal akan karakter baik-Nya. Dan orang-orang juga akan belajar untuk mengenal Kristus melalui kita.

 

Kehidupan “Kristus yang di dalam kita” adalah magnet yang kuat yang akan menarik orang-orang untuk datang kepada-Nya (Yohanes 12:32) dan membuat orang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.

 

Dengan kehidupan Kristus di dalam kita, kita memiliki tugas untuk memerankan Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari. Orang-orang harus dapat melihat kebaikan Kristus melalui hidup kita. Kita adalah “actor” yang sesungguhnya untuk memerankan Kristus, bukan dengan berpura-pura atau hanya “acting” untuk suatu “pertunjukan” supaya mendapatkan pujian orang, tetapi sungguh-sungguh merepresentasikan Kristus, sehingga Kristus menjadi Sosok nyata masa kini, dan bukan sosok masa lalu atau lebih buruk lagi hanya sosok khayalan. Kita memikul tanggung jawab yang luar biasa di atas pundak kita, supaya dunia saat ini dapat mengenal Kristus melalui kita: melalui sikap, tindakan dan percakapan kita. Kita harus “menghadirkan” Kristus di dunia saat ini supaya dunia dapat percaya dan menerima Dia.

 

Keserupaan dengan Kristus akan menghasilkan kuasa dan otoritas atas seluruh ciptaan (kecuali manusia). Kuasa dan otoritas ini diberikan supaya kita dapat memberi dan menjadi jawaban bagi berbagai persoalan dunia; membawa terang ke dunia yang gelap (Yesaya 60:1-2). Kuasa dan otoritas juga membuat kita mampu memecahkan berbagai masalah hidup kita sendiri (Filipi 4:13), untuk mengalahkan tantangan dan keluar sebagai pemenang.

 

Kristus adalah “Yang dirindukan bangsa-bangsa” (Hagai 2:7; terj. Inggris). Ia adalah jawaban bagi dunia yang sengsara ini. Dan Kristus ada di dalam kita hari ini (Kolose 1:27). Ia adalah Terang yang sebenarnya bagi dunia (Yohanes 1:9). Yesus hidup di dalam kita melalui Roh Kudus-Nya. Roh Kudus merepresentasikan Kristus di dalam kita. Roh Kudus membawa bersama kehadiran Kristus, kuasa, otoritas dan hikmat Kristus. Dan kuasa, otoritas dan hikmat-Nya lebih unggul dari yang ada di dalam dunia.

 

Roh Kudus, yang adalah kehidupan Kristus, memerlukan tubuh kita sebagai instrument dan sarana-Nya, untuk memanifestasikan kuasa, otoritas dan hikmat Kristus, Anak Allah, dan Pencipta Yang Dahsyat. Ia menjadikan tubuh kita sebagai tempat kediaman-Nya, sebagai Bait Suci-Nya (1 Korintus 6:19). Dan Bait Suci ini lebih mulia dan kekal daripada Bait Suci yang dibangun oleh tangan manusia, karena kemuliaan dan kekuatan Anak Allah terpancar dari dalamnya (2 Korintus 3:18).

 

Kuasa dan otoritas yang dinyatakan melalui kehidupan orang yang merefleksikan kehidupan Yesus akan memampukannya menangani berbagai situasi yang terjadi dalam hidupnya. Sebagaimana rasul Paulus ia dapat berkata: “Di dalam Kristus saya memiliki kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu, Ialah yang memberi kekuatan kepadaku. Saya siap untuk menghadapi segala sesuatu melalui Dia yang mengalirkan kekuatan-Nya ke dalam batin saya. Saya mampu dalam kemampuan Kristus” (Filipi 4:13; terj. Dari Amplified Bible).

 

Lebih dari itu, kuasa Kristus di dalam kita akan memampukan kita untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Kristus, bahkan pekerjaan yang lebih besar lagi (Yohanes 14:12). Kita akan mengerjakan hal-hal yang Yesus lakukan. Ini adalah kuasa yang datang bersama dengan keserupaan dengan Kristus. Ini adalah kuasa yang manusia dapat miliki ketika ia sesuai dengan gambaran dan rupa Anak Allah; yaitu kuasa atas segala sesuatu, bahkan atas semua ciptaan (Kejadian 1:26.28).

 

Yesus juga memiliki kuasa ini karena Ia merepresentasikan Allah Bapa melalui hidup-Nya. Ia menjadi gambaran Allah yang tidak kelihatan (Kolose 1:15). Dan Allah Bapa mengurapi-Nya dengan kuasa Roh Kudus seiring keserupaan-Nya dengan Bapa (Matius 3:16-17). Kuasa itu demikian besar sehingga Yesus mampu mengerjakan banyak perkara ajaib (Kisah Para Rasul 10:38). Dengan kuasan dan otoritas yang diberikan kepada-Nya semua roh-roh jahat takluk kepada-Nya (Markus 3:11), bahkan alam pun tunduk kepada-Nya – ini ditunjukkan ketika Yesus meneduhkan angin ribut (Lukas 8:25). Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan berbagai penyakit (Matius 4:23-24), dan dengan kuasa yang sama Ia melakukan mujizat-mujizat ekonomi.

 

Ia melakukannya ketika Ia mengubah air menjadi air anggur pada pesta pernikahan di Kana (Yohanes 2:1-11). Yesus dengan ajaib membuat anggur yang terbaik untuk pesta itu, yang bernilai sangat mahal. Itu adalah mujizat ekonomi.

 

Di saat lainnya Tuhan memberikan kepada Petrus tangkapan ikan yang sangat besar sehingga mengisi dua perahu penuh (Lukas 5:4-7). Itu karena Yesus memiliki kuasa atas ciptaan, sehingga Ia dapat memerintahkan ikan-ikan untuk naik ke permukaan, sehingga Petrus dapat menangkapnya. Itu adalah tangkapan terbesar yang Petrus pernah alami. Ini bernilai uang yang sangat besar bagi Petrus. Itu adalah mujizat ekonomi. Juga ketika Yesus memberi makan  orang banyak dengan lima roti dan dua ikan. Ada lebih dari lima ribu orang pada saat itu. Ini adalah mujizat ekonomi (Markus 6:41-44).

 

Kita tidak dapat membayangkan apa jadinya jika orang-orang percaya, yang memiliki keserupaan dengan Kristus, menerima kuasa untuk membuat mujizat ekonomi. Akan ada terobosan ekonomi yang luar biasa yang dapat menolong orang-orang dan menyelamakan bangsa-bangsa.

 

Keserupaan dengan Kristus akan membawa hikmat Allah. Mereka yang memiliki kehidupan Kristus di dalam mereka akan memiliki pikiran Kristus (1 Korintus 2:16), dan pikiran Kristus adalah hikmat Allah yang dapat menyingkapkan rahasia dan menyelesaikan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh dunia.

 

Jika orang-orang Kristen yang serupa Kristus mengambil peran dalam berbagai bidang di masyarakat: dalam bidang ekonomi, dalam pemerintahan (seperti Yusuf dan Daniel), dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan, dalam seni dan budaya, teknologi dan industry, dan bukan hanya di dalam gereja saja, maka orang-orang Kristen akan menjadi jawaban, dan terang bagi dunia yang gelap.

 

Kristus adalah jawaban bagi dunia yang sedang sekarat. Kristus membawa kehidupan yang sejati. Tetapi dunia tidak menyadari betapa pentingnya Kristus. Mereka tidak menyadari kebutuhan mereka akan Kristus, meskipun dalam batin, mereka merindukan sosok mesias, merindukan seorang yang akan membawa keadilan dan damai sejahtera bagi manusia. Dan Kristus ada di dalam kita.

 

Pada pundak kita terletak tanggung jawab yang sangat besar: untuk mendemonstrasikan, untuk memperagakan, kebaikan dan karakter Kristus, supaya dunia boleh melihat Kristus dan mengenal Dia “Yang dirindukan bangsa-bangsa.” Dan satu hari, ketika Allah melawat mereka, ketika Roh Kudus dicurahkan atas mereka (Yoel 2:28-29), mereka akan menginsafi kebutuhan mereka akan Kristus dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka (Yohanes 16:8).

 

“Kristus di dalam kamu” adalah pengharapan akan kemuliaan. Bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah ini adalah rahasia/misteri yang sangat besar, yang sangat kaya dan mulia. Tetapi bagi kita, misteri itu telah disingkapkan, supaya kita mendeklarasikannya, memanifestasikannya, memperagakannya dan mendemonstrasikan kehidupan Kristus yang ada di dalam kita, sehingga dunia boleh mengenal Dia, menerima Dia, dan diselamatkan!

 

 

(Artikel ini ditulis sebagai intisari dari pelajaran singkat yang diberikan oleh Pastor Handoko Pangarso, GBI Rock Nusa Pujian – Bali, kepada Penulis ketika Penulis bertemu dengan beliau pada tanggal 17 – 19 Juni di Bali)

 

 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

Untuk Pebisnis dan Profesional Yang Hendak Melayani (Bagian 1)
Banyak pebisnis dan kaum profesi sekarang yang terjun ke dalam pelayanan termasuk dalam pelayanan firman atau berkhotbah. Memang Tuhan dapat memakai orang-orang awam seperti pebisnis dan profesional untuk melayani. Tujuan dari gerakan Kingdom Business juga adalah memobilisasi para pebisnis dan kaum profesional untuk terlibat secara langsung dalam pelayanan baik secara dana maupun dalam upaya. Tetapi sebelum kita terjun lebih jauh ke dalam pelayanan, baiklah kita belajar dari Firman Allah tentang pedoman-pedoman untuk melakukan Pelayanan Yang Sejati. Tidak semua kesibukkan kita di gereja dapat dikatakan pelayanan. Ada beberapa parameter yang perlu dipelajari dengan seksama supaya kita dapat memasuki Pelayanan Yang Sejati.

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday316
mod_vvisit_counterYesterday1577
mod_vvisit_counterThis week5009
mod_vvisit_counterLast week11262
mod_vvisit_counterThis month25382
mod_vvisit_counterLast month46116
mod_vvisit_counterAll965673

People Online 22
Your IP: 54.226.41.91
,
Now is: 2018-01-17 04:56



Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.