top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...




PERTEMUAN KBN September 2018 : Minggu,23/09/2018 Pk 17.00," Bersama Kita Bisa, oleh : Bpk. Paulus Mulyadi ( CEO Twin Tulipware ) " Gedung Grand Matlenn (ex.Istana Gading) Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh
Kenaikan Kristus ke Sorga PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi   
Wednesday, 16 May 2018 15:28

Kenaikan Tuhan membuktikan keillahian Yesus, bahwa Ia datang dan berasal dari Sorga (Yoh. 3:13; 6:38) dan kembali ke Sorga (Mark. 16:19). Ia tidak pergi ke sorga melalui kematian alamiah sebagaimana semua manusia, tetapi Ia terangkat ke Sorga hidup-hidup (Luk. 24:51).

 

“Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pemandangan mereka” (Kis. 1:9).

 

Memang Yesus pernah mati di kayu salib, tetapi setelah tiga hari kematian-Nya Yesus bangkit kembali. Ia membuktikan diri-Nya hidup dengan menunjukkan diri kepada murid-murid-Nya selama 40 hari terus menerus (Kis. 1:3).

 

“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama 40 hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah” (Kis. 1:3).

 

Ia menunjukkan diri-Nya hidup dan hadir di tengah-tengah para murid-Nya, menunjukkan kaki-Nya dan tangan-Nya yang berlubang paku. Ia berbicara kepada mereka dan mengajar mereka. Ia bahkan makan bersama mereka (Luk. 24:40). Ia menunjukkan diri-Nya bukan hanya kepada beberapa orang saja tetapi kepada banyak orang. Bahkan 500 orang menyaksikan kenaikan-Nya ke Sorga (1 Kor. 15:6). Jadi kenaikan Tuhan tidaklah terjadi secara sembunyi-sembunyi di tempat gelap tanpa disaksikan oleh siapapun, tetapi secara terbuka di siang hari di depan banyak saksi.

 

“Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-taguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka” (Luk. 24:38-43).

 

Yesus dengan sengaja mengumpulkan banyak orang ke bukit Zaitun untuk menyaksikan kenaikan-Nya ke sorga (Luk. 24:50). Para saksi itu telah melihat dengan mata mereka sendiri sehingga mereka berani memberi kesaksian bahkan dengan menanggung resiko dianiaya oleh karena kesaksian mereka itu. Seandainya kenaikan Kristus itu hanya mitos atau rekaan, bagaimana mungkin mereka bersedia menderita kesengsaraan dan aniaya untuk perkara yang tidak pernah terjadi? (1 Kor. 15:30).

 

“Dan kami juga, mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya (demi kesaksian atas kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus, seandainya hal itu tidak pernah terjadi dan hanyalah khayalan belaka)” (1 Kor. 15:30).

 

Kenaikan Kristus telah sungguh-sungguh meneguhkan iman para saksi bahwa Yesus bukanlah manusia biasa atau sekedar nabi, tetapi Ia adalah Anak Allah, yang telah mati, bangkit dan naik ke sorga. Dan ini telah menjadi landasan iman orang Kristen dan menjadi titik pusat berita Injil.

 

Ada satu hal yang sangat penting yang Jesus berikan sebelum kenaikan-Nya ke Sorga yaitu adalah “Amanat Agung” (Mat. 28:18-20; Mark. 16:15-16). Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk memberitakan kepada dunia apa yang mereka telah lihat, dengar dan saksikan tentang Dia (Kis. 1:8) dan untuk menyebarkan Injil atau Kabar Baik tentang pengampunan dan keselamatan - pengampunan dari dosa dan keselamatan dari hukuman kekal – yang dapat diterima orang melalui iman kepada-Nya (Roma 3:23-24; Ef. 2:8); kabar baik bahwa anugerah dan kemurahan Allah telah datang, Sorga telah membuka gerbangnya lebar-lebar sehingga orang dapat menerima kehidupan kekal hanya melalui pertobatan dan percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Kis. 2:38).

 

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12).

 

Tuhan menopang Amanat Agung-Nya dengan kuasa dan otoritas-Nya baik di sorga maupun di atas bumi (Mat. 28:18). Ini artinya, perintah itu datang dari Seorang yang sangat berkuasa di bumi maupun di sorga. Ini juga artinya bahwa jika kita melaksanakan perintah itu, kuasa dan otoritas Yesus akan menyertai kita dan memberikan dukungan yang kuat dan terpercaya. Tuhan juga dapat menyalurkan dan menanamkan kuasa-Nya kepada kita (Luk. 9:1; 10:19; Kis. 1:8) supaya kita memiliki keberanian, kemampuan dan keberhasilan.

 

“Tetapi engkau akan menerima kuasa (kemampuan, efisiensi dan keperkasaan) ketika Roh Kudus turun ke atasmu, dan engkau akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis. 1:8; Amplified Bible).

 

Kuasa Tuhan juga akan melindungi dan membela para saksi karena Tuhan Yesus mengetahui bahwa ketika kita menjadi saksi-Nya kita akan menghadapi berbagai kesulitan dan bahkan penganiayaan. Tetapi Ia memastikan kepada kita bahwa Ia sudah mengalahkan dan menaklukkan semuanya itu terlebih dahulu bagi kita (Yoh. 16:33) sehingga tidak ada sesuatupun dapat menjamah kita tanpa seijin-Nya (Luk. 10:19; Mark. 16:18).

 

“Lihatlah! Aku telah memberikan kepadamu otoritas dan kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking, dan kekuatan serta kemampuan fisik dan mental atas segala kekuatan yang dimiliki musuh; dan tidak ada apapun yang akan membahayakan  kamu” (Luk. 10:19; Amplified Bible).

 

“Di dalam dunia (ini) kamu akan mengalami kesusahan, pencobaan, tekanan dan rasa frustrasi; tetapi tetaplah bersukacita (jangan takut; tetap yakin, mantap,  dan berani)! Karena Aku telah mengalahkan dunia ini (Aku telah merampas kekuatannya yang dapat membahayakanmu dan telah menaklukkannya untukmu” (Yoh. 16:33; Amplified Bible).

 

Kuasa yang Tuhan Yesus berikan akan menjadikan para saksi-Nya mampu mengerjakan karya-karya yang luar biasa dan perkasa, mujizat dan tanda-tanda ajaib, yang meneguhkan kesaksian mereka (Mark. 16:17,20). Dan Kristus telah berjanji untuk menyertai kita sampai akhir zaman (Mat. 28:20). Jadi janji-Nya masih berlaku efektif sampai hari ini.

 

“Lihatlah, Aku bersertamu selamanya (dalam setiap kesempatan), sampai akhir zaman” (Mat. 28:20; Amplified Bible).

 

Kenaikan Tuhan ke Sorga terjadi dengan suatu tujuan yaitu agar Roh Kudus dapat datang dan tinggal di dalam orang percaya (Yoh. 16:7). Roh Kudus akan melanjutkan pekerjaan Tuhan Yesus di bumi dan menyempurnakannya. Allah Bapa mengutus Roh Kudus karena doa (permintaan) Tuhan Yesus (Yoh. 14:16).

 

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu (untuk bersekutu dengan intim denganmu)” (Yoh. 16:7).

 

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh. 14:16).

 

Roh Kudus adalah yang mewujudkan janji Tuhan yang mengatakan: “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20).

 

Allah Bapa telah berjanji kepada Anak Allah (Luk. 24:49; Kis. 1:4-5) bahwa Ia akan memberikan Roh Kudus yang diminta-Nya (Yoh. 14:16) supaya dicurahkan-Nya ke atas semua manusia (Yoel 2:28; Kis. 2:33). Dan ini terjadi setelah Yesus menyelesaikan karya penyelamatan-Nya di bumi melalui kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari kematian (Yoh. 7:39) dan kembali ke Sorga. Allah Bapa memuliakan (menobatkan) Yesus dan menjadikan-Nya Tuhan dan Kristus (Kis. 2:36) dan memberikan kepada-Nya Roh Kudus yang dijanjikan. Dan itu terjadi ketika perayaan Pentakosta.

 

“Dan Aku akan mengirimkan kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku” (Luk. 24:49).

 

“Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini” (Kis. 2:33).

 

Itulah sebabnya mengapa pencurahan Roh Kudus terjadi setelah Tuhan naik ke Sorga, kemudian Tuhan membaptis orang percaya dengan Roh Kudus (Yoh. 7:39). Tuhan Yesus adalah sungguh Pembaptis dengan Roh (Yoh. 1:33).

 

Pencurahan Roh Kudus ini adalah janji Bapa (Kis. 1:4-5). Pencurahan ini akan memberi kuasa kepada orang percaya untuk menjadi saksi yang berotoritas dan efektif bagi Kristus (Kis. 1:8); untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa di dunia (Mark. 16:15; Mat. 28:19).

 

“Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan (belum mati disalib, bangkit dan naik ke sorga)” (Yoh. 7:39).

 

Janji Bapa, yaitu pencurahan Roh Kudus, telah membuat Yesus yakin bahwa pekerjaan-Nya di bumi akan berlanjut sampai tuntas. Ini juga yang meyakinkan Yesus bahwa meskipun murid-murid-Nya tidak sempurna dan mempunyai banyak kelemahan tetapi mereka akan mengerjakan pekerjaan yang Ia lakukan dan bahkan pekerjaan yang lebih besar lagi (Yoh. 14:12), karena Roh Kuduslah yang akan berkarya melalui mereka (Fil. 2:12; Kol. 1:29).

 

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa (dengan teguh) percaya kepada-Ku, ia akan (mampu) melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa (untuk mengutus Roh Kudus kepadamu)” (Yoh. 14:12).

 

Itulah sebabnya mengapa Yesus tetap memberi perintah untuk memberitakan Injil kepada murid-murid-Nya meskipun sebelumnya mereka tidak percaya kepada kebangkitan-Nya (Mark. 16:11,13,14) dan mereka bahkan dipenuhi dengan ketakutan (Yoh. 20:19), karena Yesus percaya kepada kuasa Roh Kudus yang akan turun ke atas mereka.

 

Demikian pula, Yesus juga percaya bahwa kita akan mampu melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan para rasul dan orang-orang percaya mula-mula, meskipun kita memiliki banyak kelemahan dan kekurangan, karena kuasa dari Roh Kudus yang sama akan bekerja dengan kuat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan itu di dalam kita dan melalui kita.

 

Mengapa Yesus harus kembali ke Sorga? Karena, Yesus tahu bahwa meskipun Ia adalah Anak Allah yang mahakuasa tetapi ketika Ia di bumi dalam rupa manusia Ia terbatasi oleh waktu dan tempat; Ia tidak mahaberada dan dapat berada di tempat berbeda pada waktu yang sama. Dan ini akan menghambat pekerjaan-Nya dalam membangun Kerajaan Allah di bumi.

 

Oleh karena itu, kepergian-Nya ke Sorga adalah supaya pekerjaan-Nya di bumi dapat dilanjutkan dan disempurnakan oleh Roh Kudus, yang bukan saja mahakuasa tetapi juga mahaberada. Roh Kudus dapat berkarya secara simultan di berbagai tempat yang berbeda pada waktu yang sama.

 

Kemahaberadaan Roh Kudus memampukan-Nya untuk tinggal dan mendiami tubuh setiap orang percaya (Yoh. 14:17; 1 Kor. 3:16; 6:19) dan mengerjakan pekerjaan-Nya melalui orang-orang percaya yang berada di berbagai tempat yang berbeda di seluruh dunia secara simultan. Wow! Ajaib sekali!

 

Roh Kudus adalah Roh yang sama yang menguasai Anak Allah ketika Ia melayani di bumi (Kis. 10:38). Bahkan yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati dan mendudukan-Nya di sebelah kanan Allah Bapa di Sorga (Ef. 2:19-20). Dan Roh yang persis sama sekarang tinggal di dalam tubuh orang percaya dan menjadikannya tempat kediaman-Nya (1 Kor. 6:19). Ini supaya memampukan orang percaya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan luar biasa yang Yesus pernah lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih luar biasa lagi (Yoh. 14:12).

 

“Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah?” (1 Kor. 6:19).

 

“Dan (kamu mengetahui dan mengerti) betapa hebat (tidak terukur, tidak terbatas, luar biasa) kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya (sebagaimana) yang dikerjakan-Nya (didemonstrasikan) di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di Sorga” (Ef. 1:19-20).

 

Kuasa Roh Kudus inilah yang akan mengatasi kelemahan-kelemahan manusiawi orang percaya (2 Kor. 12:10) sehingga mereka dapat melaksanakan Amanat Agung tanpa hambatan dari diri mereka sendiri. Allah tidak lagi mempersoalkan kelemahan-kelemahan orang percaya karena kuasa Roh Kudus yang sempurna dapat mengatasi semuanya. Dan inilah yang menjamin keberhasilan pekerjaan Allah di dunia.

 

Satu-satunya hambatan adalah ketika orang percaya – meskipun mereka didiami oleh Roh Kudus – malas dan tidak mau bekerja sama dengan Roh Kudus, atau mereka tidak mau dipimpin oleh Roh Kudus dan hanya mau dipimpin oleh keinginan mereka sendiri. Dan Roh Kudus, meskipun mahakuasa, Ia tidak pernah memaksa orang percaya untuk memaksakan kehendak-Nya. Ia menghormati kehendak bebas manusia yang telah dikaruniakan Allah kepadanya. Ia tidak akan pernah melanggar hak mereka.

 

Setelah kenaikan-Nya ke Sorga tidak berarti Tuhan berhenti berkarya. Ia tidak duduk nyaman di Sorga dan tak melakukan apa-apa. Ia masih aktif bekerja sampai saat ini sebagai Pembela kita (Roma 8:33-34). Di dalam syafaat-Nya Ia membela orang-orang percaya yang masih hidup di dunia. Dan Allah mengabulkan doa-doa-Nya karena Ia telah mati untuk mereka.

 

“Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah (jika) Allah (sendiri) yang membenarkan mereka (menempatkan kita dalam hubungan yang benar dengan diri-Nya)? Siapakah yang akan menghukum mereka (maju untuk menuduh atau memecat mereka yang telah Allah pilih)? Kristus Yesus yang telah mati, bahkan yang lebih lagi, yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah yang malah menjadi Pembela kita? (Roma 8:33-34).

 

Tuhan Yesus membela orang percaya yang masih hidup di dunia terhadap tuduhan Iblis yang mendakwa mereka siang dan malam (Wah. 12:11-12). Dan Tuhan akan terus melakukan syafaat-Nya sampai orang percaya terakhir masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

 

Tuhan Yesus juga naik ke Sorga untuk mempersiapkan tempat bagi orang percaya di rumah Bapa di Sorga. Dan setelah tempat-tempat itu tersedia Ia akan datang kembali untuk membawa orang-orang percaya ke Sorga bersama-Nya; sehingga di mana Ia berada, di situ juga orang percaya berada (Yoh. 14:1-3).

 

Satu kali Ia akan datang kembali (Kis. 1:11). Ia akan datang kembali dalam dua peristiwa. Yang pertama adalah dalam Pengangkatan, ketika orang-orang percaya akan bertemu Tuhan di angkasa dan Ia akan membawa mereka ke Sorga (1 Tes. 4:16-17) untuk menyelamatkan mereka dari kesengsaraan besar yang akan melanda seluruh dunia (Wah. 3:10); dan yang kedua adalah ketika Ia akan datang kembali bersama dengan orang-orang kudus-Nya untuk memerintah di bumi 1000 tahun lamanya (Wah. 20:1-6).

 

Tuhan Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama ketika Ia naik ke Sorga; dan ini akan segera terjadi!. Hanya saja kita tidak tahu hari dan jamnya. Oleh karena itu kita harus berjaga-jaga dan siap sedia (Mat. 25:36,44).

 

“Yesus ini, yang terangkat ke Sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga” (Kis. 1:11).

 

Kenaikan Tuhan Yesus telah membuktikan bahwa Ia sungguh datang dan berasal dari atas dan milik Sorga, bukan dari dunia (Yoh. 8:23). Semua nabi dan pemimpin agama di dunia berasal dari dunia ini dan mereka telah meninggal seperti manusia lainnya, dikuburkan dan kuburan serta jasad mereka masih ada. Tetapi Yesus datang dari Sorga dan kembali ke Sorga. Kubur-Nya kosong dan tubuh-Nya tidak dapat ditemukan (Luk. 24:3,5,6).

 

Karena Ia datang dari atas dan bukan dari bumi, Ia di atas semuanya: di atas semua nabi dan para pemimpin agama (Yoh. 3:31). Ia memiliki segala kuasa di Sorga dan di atas bumi (Mat. 28:18). Ia memiliki nama di atas segala nama (Fil. 2:9) dan Ia adalah Raja di atas segala raja (Wah. 17:14).

 

“Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa (dengan cara pandang) bumi. Siapa yang datang dari Sorga adalah di atas semuanya” (Yoh. 3:31).

 

Tuhan Yesus adalah Allah yang hidup. Ia bukanlah nabi biasa. Ia adalah Anak Allah (Mat. 16:13-16). Ia adalah Tuhan dan Juruselamat. Dan satu hari, di akhir zaman, Ia akan berdiri bukan sebagai Juruselamat lagi tetapi sebagai Hakim (Yoh. 5:22,27), yang akan menghakimi dan menghukum mereka yang tidak percaya kepada-Nya. Tetapi sekarang Ia membuka tangan-Nya lebar-lebar untuk mengampuni orang-orang berdosa dan mengaruniakan kepada mereka keselamatan dari hukuman kekal di neraka melalui iman kepada-Nya.

 

“Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (Yoh. 3:18).

 

 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

Bagaimana Mengalami Terobosan dari Tuhan

Kita hidup di dunia bukan untuk sekedar hidup atau hanya “numpang hidup.” Kita ingin memiliki kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan yang sebenarnya bukanlah suatu kehidupan yang berjalan di tempat tanpa ada kemajuan; semua orang menginginkan kemajuan dalam hidupnya. Tetapi seringkali ada hambatan dan rintangan yang menghalangi kemajuan tersebut. Di sinilah kita memerlukan apa yang disebut sebagai “terobosan”; suatu perubahan atau gerak maju yang dapat menembus rintangan dan hambatan yang menghalangi kemajuan.

 




Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.