top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...




PERTEMUAN KBN Mei 2019 : Minggu,26/05/2019 Pk 17.00," Kebiasaan Orang Sukse, oleh : Bpk. Paulus Muljadi (Twin Tulipware Owner) " Gedung Grand Matlenn (ex.Istana Gading) Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh
Supranatural PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi   
Thursday, 08 November 2018 01:51

Orang percaya adalah manusia natural dengan kekuatan supranatural. Alkitab mengatakan bahwa di dalam tubuh natural orang percaya berdiam Pribadi Supranatural yaitu Roh Kudus (1 Kor. 6:19). Dan Roh Kudus membawa ke dalam kehidupan orang percaya kekuatan dan kuasa-Nya yang supranatural.

 

Kuasa supranatural Roh Kudus adalah kuasa yang terlibat dalam penciptaan semesta (Kej. 1:1-2) dan sepanjang sejarah mengerjakan mujizat dan keajaiban melalui hamba-hamba Allah. Kuasa supranatural Roh Kudus adalah juga kuasa yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati (Rom. 8:11). Rasul Paulus menyebut kehebatan kuasa supranatural Roh Kudus sebagai “megethos,” istilah yang sama yang digunakan untuk mengukur kekuatan bom nuklir: “megaton” (Ef. 1:19). Dengan kata lain, ada kekuatan sehebat tenaga nuklir dan bahkan lebih besar lagi, tersimpan sebagai potensi di dalam roh kita (Ep. 1:19).

 

Dalam Kis. 1:18, Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita akan memperoleh kuasa apabila Roh Kudus turun atas kita. Ia menyebut Roh Kudus sebagai “Dunamis”: akar kata dari “dinamis” dan “dinamit.” Tetapi kebanyakan orang Kristen tidak menyadari kuasa yang begitu hebat ini yang tersimpan di dalam diri mereka. Ini karena mereka tidak mengaktifkan kuasa itu melalui tindakan mereka: tindakan yang keluar dari iman dan ketaatan.

 

Selama orang Kristen tidak aktif atau pasif, kuasa supranatural akan tetap tinggal sebagai potensi. Itu seperti dinamit yang belum diledakkan. Tidak akan ada dampak dari kehidupan mereka. Mereka tidak akan menjadi saksi yang memberi dampak sebagaimana yang Tuhan inginkan (Kis. 1:8).

 

Tetapi jika orang-orang percaya mau menggunakan kuasa supranatural Roh Kudus yang telah disimpan di dalam mereka, mereka akan menjadi pembuat sejarah, orang-orang Kristen yang berdampak, yang dapat mengubah dunia. Ini adalah ambisi suci Tuhan atas kita supaya kita pergi ke seluruh dunia dan menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat. 28:18).

 

Bagaimana mungkin Tuhan memberikan kepada kita tugas yang luar biasa seperti itu: untuk mengubah seluruh dunia, sementara kita hanyalah manusia natural dengan banyak kelemahan, kekurangan dan keterbatasan? Ini karena Tuhan tidak mengandalkan kemampuan alamiah kita tetapi kepada kuasa supranatural yang telah Ia tanamkan dalam orang-orang percaya (Ef. 1:19). Itulah alasan mengapa Tuhan Yesus memberikan kepada kita Roh Kudus untuk tinggal di dalam kita (Yoh. 14:16-17). Ia tahu bahwa kekuatan supranatural Roh Kudus akan mengalahkan kelemahan dan keterbatasan alamiah orang percaya.

 

Tuhan Yesus sendiri adalah contoh bagaimana manusia natural dapat melakukan hal-hal yang luar biasa yang melampaui kemampuan alamiahnya dengan kekuatan supranatural Roh Kudus. Kita harus ingat bahwa ketika Anak Allah yang supranatural itu datang ke dalam dunia menjadi manusia. Ia mengosongkan diri-Nya sama sekali dari kekuatan-Nya dan kesetaraan-Nya dengan Allah dan menjadi manusia alamiah sama seperti kita (Fil. 2:6-7). Ia betul-betul pada posisi dan situasi yang sama seperti kita. Satu-satunya yang tetap melekat kepada diri-Nya adalah status-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa yang kekasih (Mat. 3:17).

Dalam tubuh natural-Nya, Anak Allah mengalami keterbatasan alamiah seperti kita. Ia merasa lapar setelah 40 hari berpuasa (Mat. 4:2), merasa lelah setelah perjalanan jauh (Yoh. 4:6), kehausan dan perlu minum (ay. 7). Tetapi apa yang membuat-Nya mampu untuk melakukan berbagai mujizat dan keajaiban? Ia bergantung sepenuhnya kepada kuasa Roh Kudus (Kis. 10:38). Yesus menerima baptisan Roh Kudus (Mat. 3:16) dan penuh dengan Roh Kudus (Luk. 4:1) dan berjalan dalam kuasa Roh Kudus (Luk. 4:14). Jadi, Yesus – Anak Allah – mempraktekkan kuasa supranatural Roh Kudus ketika Ia berjalan sebagai manusia natural di bumi. Ia membuktikan bahwa jika manusia natural mempraktekkan kuasa supranatural Roh Kudus yang ada di dalamnya, ia akan dapat melakukan perkara yang luar biasa bagi Allah: bagi kemuliaan Allah dan bagi kehendak-Nya; perkara-perkara besar yang melampaui kemampuan natural manusia.

 

Tetapi Yesus bukan hanya yakin untuk diri-Nya saja, Ia juga memiliki keyakinan bahwa hal yang sama akan terjadi dengan orang lain jika mereka mau dipenuhi oleh Roh Kudus yang sama dan mempraktekkan kuasa supranatural-Nya.  Jadi Ia membuktikan keyakinan-Nya dengan memberikan kekuatan dan kuasa supranatural kepada keduabelas murid-Nya (Luk. 9:1). Pada waktu itu Roh Kudus belum dicurahkan (Yoh. 7:39). Jadi Yesus mentransfer secara langsung kuasa supranatural Roh Kudus dari diri-Nya sendiri kepada murid-murid-Nya. Dan Ia memerintahkan mereka untuk menggunakan kuasa itu untuk memberitakan Injil dan menyembuhkan orang-orang sakit (Luk. 9:2). Dan keduabelas murid-Nya melakukan apa yang Yesus perintahkan dan mereka berhasil (Luk. 9:6).

 

Yesus tidak berhenti sampai di situ. Ia membuat pembuktian lainnya dengan memberikan kuasa supranatural yang sama kepada ketujuhpuluh murid lainnya (Luk. 10:19) yang namanya tidak disebutkan oleh Alkitab (Luk. 10:1). Mereka merepresentasikan orang-orang Kristen biasa; sementara keduabelas murid merepresentasikan para pelayan Tuhan penuh waktu. Ia memberikan kepada mereka perintah yang sama untuk mempraktekkan kuasa supranatural Roh Kudus dengan memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit. Dan mereka mengalami keberhasilan yang sama seperti keduabelas murid (Luk. 10:17)

 

Dengan bukti-bukti yang kuat ini kemudian Yesus menyimpulkan: “Jika kamu percaya kepada-Ku kamu akan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan bahkan yang lebih besar lagi, karena Aku pergi kepada Bapa” (Yoh. 14:12). Jika Yesus telah pergi kepada Bapa Ia akan mengutus Roh Kudus untuk berdiam di dalam orang percaya (Yoh. 14:16-17) dan memberikan kuasa dan kemampuan supranatural-Nya  (Kis. 1:8). Dan janji ini menjadi kenyataan setelah Yesus naik kembali ke Sorga dan Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka pada hari Pentakosta (Kis. 2:1-4).

 

Yesus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya untuk mengubah dunia dengan Injil (Mat. 28:18) dan untuk mempraktekkan kuasa supranatural Roh Kudus (Mark. 16:15-18). Siapakah murid-murid Yesus ini? Kebanyakan dari mereka adalah orang biasa yang tidak berpendidikan (Kis. 4:13), penuh ketakutan (Yoh. 20:19) dan keraguan (Mark. 16:11, 13, 14). Mereka sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk tugas yang luar biasa itu. Tetapi  mengapa Tuhan mempercayakan tugas yang luar biasa itu kepada mereka? Karena Tuhan mempercayai Roh Kudus (Yoh. 16:7) Tuhan berkata bahwa adalah lebih baik jika Ia pergi kembali ke sorga, supaya Roh Kudus datang dan bekerja bersama dengan orang-orang percaya untuk mewujudkan kehendak Allah yaitu mengubah dunia dan menyelamatkan manusia.

 

Tugas yang luar biasa ini mustahil dikerjakan apabila kita menggunakan hanya kemampuan alamiah kita dikarenakan kelemahan dan keterbatasannya. Jika kita melakukannya maka kita akan sampai pada satu titik di mana kita akan menyerah karena sudah melampaui kemampuan kita. Itulah sebabnya mengapa kita harus menggunakan kuasa supranatural yang tersimpan di dalam kita. Kita harus bekerja sama dengan Roh Kudus. Kita harus melepaskan potensi supranatural kita. Hanya yang supranatural dapat mengatasi keterbatasan natural kita. Yang tak terbatas mengalahkan yang terbatas. Tuhan satu kali pernah mengatakan bahwa daging – kemampuan alamiah kita – tidak banyak berguna (Yoh. 6:63).

 

Kelemahan dan kekurangan kita sama sekali tidak membatasi kuasa supranatural Roh Kudus. Pada kenyataannya Roh Kudus diberikan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan kita. Kelemahan kita justru menarik Roh Kudus untuk datang kepada kita karena Ia adalah Penolong. Allah Bapa mengutus Roh Kudus sebagai jawaban atas permintaan Yesus (Yoh. 14:16). Ia adalah Penolong, Penopang dan Sumber Kekuatan.

 

Roh Kudus adalah janji Bapa (Kis. 1:4). Bapa telah berjanji kepada Anak bahwa Ia akan memberikan Roh Kudus setelah Anak menyelesaikan pekerjaan-Nya di bumi dan naik kembali ke Sorga dan ditinggikan oleh tangan kanan Bapa (Kis. 2:33). Dan ketika Kristus telah menerima janji Bapa yaitu Roh Kudus, Ia mencurahkan Roh Kudus ke atas semua manusia sesuai dengan nubuatan Yoel (Yo. 2:28).

 

Pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta adalah peristiwa yang luar biasa. Ini memulai kerjasama antara yang natural dengan yang Supranatural: antara orang-orang percaya dengan Roh Kudus. Kerjasama ini untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai Kristus di bumi, yaitu mengubah dunia dan menjadikannya Kerajaan Allah.

 

Ketika Roh Kudus memulai kerjasama ini Ia tidak memakai orang-orang yang terkemuka (1 Kor. 1:26). Sebaliknya Ia memakai orang-orang biasa yang tidak berpendidikan yang telah dipilih Kristus (1 Kor. 1:27). Tetapi kuasa supranatural Roh Kudus menutupi kelemahan mereka dan bekerja melampaui keterbatasan alamiah orang-orang itu. Melalui mulut mereka Roh Kudus membuat orang-orang yang mendengarkan pemberitaan mereka berpaling kepada Kristus (Kis. 2:37-41). Melalui tangan-tangan mereka Roh Kudus mengerjakan mujizat dan tanda-tanda seperti yang Yesus lakukan (Kis. 5:12). Mereka mengucapkan kata-kata yang diurapi Roh Kudus sehingga tidak seorang pun dapat melawan hikmat mereka (Kis. 6:10). Dan mereka semua terheran-heran (Kis. 4:13).

 

Sebagai akibat kerjasama antara Roh Kudus dengan orang-orang Kristen mula-mula, Kekristenan menyebar dengan sangat cepat. Ketika gereja baru saja lahir pada hari Pentakosta, 3000 orang menerima Kristus dan memberi diri mereka untuk dibaptis (Kis. 2:41). Dalam waktu singkat jumlah mereka bertambah dengan luar biasa (Kis. 6:1, 7). Setelah penganiayaan besar muncul, orang-orang percaya tersebar ke seluruh penjuru Yudea dan Samaria (Kis. 8:1). Sebagian bahkan pergi sampai ke Roma.

 

Ke mana saja orang-orang percaya pergi mereka memberitakan Injil dan mendemonstrasikan kuasa supranatural Roh Kudus dengan melakukan mujizat dan tanda-tanda ajaib (Mark. 16:20). Pengaruh mereka begitu kuat sehingga mereka disebut orang-orang yang “menjungkirbalikkan dunia” (Kis. 17:6, terj. Ingg.) Orang-orang Yahudi takut kepada mereka sebab banyak imam-imam mereka menjadi Kristen (Kis. 6:7). Kaisar-kaisar Romawi menganiaya mereka dengan keras sebab mereka menjadi acaman politik bagi kekaisaran. Sepuluh kaisar menganiaya orang-orang Kristen untuk jangka waktu yang cukup lama. Tetapi akhirnya sang penakluk – kekaisaran Romawi – ditaklukkan oleh Kekristenan. Kekaisaran Romawi menjadikan Kekristenan sebagai agama negara. Kekristenan menjadi gerakan yang tak terhentikan. Pengaruhnya menyebar seperti penyakit menular (Kis. 24:5). Sekarang Kekristenan telah menjamah separuh umat manusia di bumi.

 

Kuasa supranatural Roh Kudus bekerja dengan nyata bukan hanya dalam kehidupan para rasul saja tetapi juga dalam kehidupan murid-murid lainnya; sebagai contoh Stefanus. Stefanus bukanlah seorang rasul. Ia hanyalah seorang diaken (Kis. 6:5). Tetapi ia penuh dengan Roh Kudus dan mempraktekkan kuasa supranatural Roh Kudus ketika ia memberitakan Injil. Dan kita membaca bahwa ia melakukan banyak mujizat dan keajaiban yang luar biasa di dalam nama Yesus seperti yang dilakukan para rasul (Kis. 6:8). Ia memiliki hikmat supranatural dari Roh Kudus sehingga tidak ada yang dapat melawan hikmmatnya (Kis. 6:10). Stefanus bukan hanya menunjukkan kuasa Roh Kudus tetapi juga wibawa illahi. Orang-orang memberi kesaksian bahwa mereka melihat wajah Stefanus seperti wajah malaikat (Kis. 6:15). Jadi, apa yang dikatakan Yesus adalah benar bahwa orang-orang percaya dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, dan bahkan pekerjaan yang lebih besar lagi (Yoh. 14:12).

 

Manifestasi kekuatan supranatural Roh Kudus melalui kehidupan orang-orang percaya tidak berakhir di zaman para rasul: itu berlanjut sampai sekarang, dan akan berlanjut sampai kedatangan Tuhan kita di akhir zaman. Buku Kisah Para Rasul adalah buku yang tanpa kata penutup karena kisahnya berlanjut sampai kepada kita. Kita melanjutkan kisah tindakan Roh Kudus yang perkasa di bumi melalui orang-orang percaya.

 

Tidak seorangpun dapat menghentikan atau menghalangi kuasa supranatural Roh Kudus. Baik keadaan yang buruk maupun kelemahan natural kita tidak dapat mengurangi atau meniadakan kuasa supranatural Roh Kudus. Satu-satunya yang dapat menghentikannya adalah ketidakpercayaan dan penolakkan kita, karena Roh Kudus tidak akan pernah melanggar hak pilihan bebas manusia yang telah diberikan Allah kepadanya.

Tentu saja Setan akan selalu berusaha menghalangi orang percaya dalam menggunakan atau mempraktekkan kuasa supranatural Roh Kudus yang ada di dalam mereka. Ia ingin menipu orang Kristen untuk tidak mempercayai hal-hal supranatural dan membujuk mereka untuk menolak mempraktekkan kuasa supranatural. Ia menginginkan mereka mengandalkan hanya kepada kekuatan dan kemampuan alamiah mereka sendiri. Setan tahu bahwa jika orang Kristen menggunakan kekuatan supranatural Roh Kudus mereka akan mampu melawan kekuatan jahatnya (Luk. 10:19) sehingga kerajaannya akan segera jatuh (Luk. 10:18).

 

Setan juga berusaha memalsukan karya-karya supranatural Roh Kudus dengan cara menirunya. Seperti para ahli sihir Firaun yang membuat keajaiban yang serupa dengan yang dikerjakan Musa (Kel. 7:11), demikianlah Setan selalu berusaha membuat sesuatu yang menyerupai dengan apa yang dibuat oleh Roh Kudus. Itulah yang disebut mujizat Setan. Setan dapat membuat hal-hal yang supranatural sebab ia juga adalah mahluk supranatural dan memiliki kuasa supranatural. Tetapi kuasa supranatural Roh Kudus lebih hebat daripada kuasa roh-roh jahat yang ada di dunia (1 Yoh. 4:4).

 

Tujuan pekerjaan supranatural Setan adalah membuat orang bingung dan tersesat. Melihat hal ini sebagian orang Kristen menarik diri mereka dari mempraktekkan kuasa supranatural Roh Kudus. Mereka menolaknya karena mereka takut akan kesesatan. Mereka menyebut hal-hal itu tahayul. Mereka menganggapnya tidak relevan lagi dengan dunia modern sekarang di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat tinggi. Setan mendapatkan tempat yang aman dalam pemikiran modern seperti ini. Orang-orang Kristen menjadi orang-orang percaya natural yang bergantung hanya kepada kekuatan dan kemampuan natural mereka, dan Setan dapat bergerak dengan leluasa mengerjakan kejahatannya tanpa perlawanan yang berarti dari orang percaya.

 

Setan juga tahu bahwa apabila orang percaya hanya menggunakan kekuatan dan kemampuan naturalnya mereka akan sampai di titik tidak mampu. Kelemahan akan membawa mereka hidup dalam keterbatasan dan ketidakmungkinan. Dan keterbatasan serta ketidakmungkinan ini akan membawa mereka ke dalam keputusasaan dan kekecewaan terhadap Allah. Kekecewaaan akan menyebabkan penolakan (Mat. 6:11). Ini memang tujuan Setan.

 

Tetapi jika orang-orang percaya menggunakan potensi supranatural mereka, mereka akan mampu untuk mengalahkan kelemahan, rintangan dan keterbatasan natural mereka. Mereka akan bergerak ke tingkat kehidupan yang tak terbatas dan masuk dalam segala kemungkinan illahi, sehingga tidak akan ada yang mustahil lagi (Mat. 17:20; Mark. 9:23). Dengan kuasa supranatural Roh Kudus orang-orang percaya akan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi (Yoh. 14:12). Orang-orang percaya akan mengubahkan dunia dan menjadikan bangsa-bangsa murid Yesus (Mat. 28:19). Kerajaan Allah datang dan kehendak Allah terjadi di bumi (Mat. 6:10). Ini adalah sasaran kehendak Allah Bapa dan Yesus Kristus Anak-Nya.

 

Janganlah takut, meskipun musuh memalsukan pekerjaan supranatural Roh Kudus dan membuat mujizat-mujizat palsu, Roh Kudus masih membuat mujizat-mujizat dan tanda-tanda ajaib yang asli dan benar. Bukankah meskipun ada uang palsu beredar di pasar, kita tidak menjadi jera menggunakan uang? Kita hanya perlu berhati-hati dan berusaha mengenalinya dengan membangun keintiman dengan Roh Kudus, Sumber mujizat yang asli. Ketika kita intim dengan Roh Kudus kita akan tahu bagaimana mengenali karya ajaib sejati dari Roh Kudus.

 

Tujuan utama Allah dalam menanamkan kuasa supranatural di dalam orang-orang percaya adalah untuk menjadikan mereka saksi Kristus: untuk memberitakan Injil Kerajaan, memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus dan mendemonstrasikan kuasa Allah untuk membuktikan kepada dunia bahwa Tuhan Yesus adalah Allah Yang Berkuasa (Mat. 28:18) yang menyelamatkan dunia.

 

Kapankah kita perlu menggunakan kuasa supranatural Roh Kudus? Ketika kita memberitakan Injil (2 Kor. 10:4-5); ketika kita berdoa bagi kesembuhan orang yang sakit (Mark. 16:18); ketika kita mengusir setan-setan (Mark. 16:17); ketika kita bersyafaat bagi bangsa dan negara, dan saudara-saudara seiman kita (Ef. 6:11-18).

 

Jadi, tujuan kita mempraktekkan kuasa Roh Kudus adalah untuk kehendak Allah dan kemuliaan nama-Nya. Inilah perbedaan dengan pekerjaan kuasa setan, yang ditujukan untuk memenuhi keinginan daging manusia: kekuasaan, kekayaan dan hawa nafsu; untuk kesombongan manusia dan untuk menghujat Kristus.

 

Ironisnya orang-orang yang tidak percaya Yesus justru semakin mempercayai dan mempraktekkan kekuatan supranatural dari Iblis, dan mereka berhasil. Mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dan memuaskan keinginan mereka, meskipun mereka harus menggadaikan jiwa mereka kepada Iblis. Mereka menjadi kaya, terkenal dan berkuasa, dan mereka memuaskan hawa nafsu mereka. Tetapi tidak lama setelah itu mereka harus membayarnya dengan jiwa mereka. Semua kutuk yang mengerikan turun atas mereka. Akhirnya mereka kehilangan semuanya dan harus mengalami kebinasaan dan hukuman kekal di Neraka.

 

Jadi, bagaimanakah kita dapat dengan aman mempraktekkan kuasa supranatural? Kuasa itu aman jika kita hidup bagi Yesus dan hidup dalam kasih; jika kita menggunakannya untuk kemuliaan Allah, dan bukan untuk kemuliaan diri kita sendiri; jika kita menggunakannya sesuai dengan kehendak Allah dan bukan keinginan diri kita sendiri; jika kita dipimpin oleh Roh Kudus dan berjalan sesuai dengan Firman Allah, dan bukan dengan pengertian kita sendiri; jika kita hidup dalam penundukkan diri dan ketaatan kepada Allah dan delegasi otoritas-Nya. Kuasa supranatural Roh Kudus tidak akan bertentangan dengan kebenaran Firman Allah. Penggunaan kuasa supranatural Roh Kudus harus disertai dengan pengajaran yang benar. Seorang yang mempraktekkan kuasa Roh Kudus harus di bawah bimbingan pemimpin rohani; ia harus menundukkan dirinya kepada otoritas rohani yang menjadi mentornya. Kerendahan hati akan menjaganya dari kesesatan.

Berbicara tentang kerendahan hati, ini adalah faktor yang sangat penting. Banyak pelayan Tuhan hari ini, yang dipercayakan Allah dengan pelayanan mujizat, menjadi sombong: mereka memang terkenal dan kaya. Mereka mulai membangun menara Babel dan kerajaan mereka sendiri, dan kita melihat, tidak lama kemudian, mereka jatuh dalam dosa. Bagaimana ini bisa terjadi, kepada mereka yang mengkhotbahkan Injil, intim dengan Allah, mempraktekkan kuasa Roh Kudus, tetapi pada akhirnya mereka jatuh dalam dosa? (Mat. 7:22-23) Jawabannya adalah: mereka kehilangan kerendahan hati mereka. Hal yang sama terjadi dengan malaikat yang istimewa Lucifer. Ia diciptakan dengan keindahan yang sempurna, melayani Allah di hadirat Allah yang kudus, diurapi; namun ia jatuh ke dalam dosa, karena kesombongannya (Yeh. 28:13-18). Ini harus menjadi awasan bagi kita yang akan mempraktekkan kuasa supranatural Roh Kudus. Kita harus menjaga diri kita dari ketinggian hati dan menjaga diri kita tetap rendah hati di hadapan Allah dan manusia, tidak mencari kemuliaan yang sia-sia bagi diri sendiri. Jika kita mempraktekkan kuasa Roh Kudus seperti ini kita akan terhindar dari kesesatan.

 

Allah Bapa menginkan agar anak-anak-Nya menunjukkan perbedaan dari dunia bukan hanya dalam hal standar moral – yaitu kekudusan – tetapi juga dalam hal kuasa dan otoritas sehingga mereka menjadi saksi-Nya di bumi. Dunia harus melihat kemuliaan Allah atas hidup kita, karena kita adalah terang dunia (Mat. 5:14-16): suatu kehidupan yang memberi pengaruh. Dengan kuasa Roh Kudus kita akan menjadi pemenang dalam kehidupan ini (2 Kor. 2:14). Kita ada duta besar Kerajaan Kristus. Kuasa supranatural Roh Kudus ada di dalam kita (Ef. 1:19). Ke manapun kita pergi kita menjadi berkat. Ada aliran-aliran sungai kehidupan (Yoh. 7:38), pengaruh yang sangat kuat, memancar dari kehidupan kita (Yeh. 47). Kita ada orang-orang Kristen yang supranatural!

 

 

 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

Kunci Kebahagiaan Sejati

Apa tujuan kita hidup dalam dunia ini? Banyak orang tidak mengetahui tujuan yang sebenarnya dari kehidupannya. Sebenarnya, tujuan sejati dari kehidupan kita di dunia ini adalah Tujuan Allah menciptakan kita. Selama ini yang kita miliki bukanlah tujuannya Allah, melainkan tujuan pribadi kita. Tujuan Allah untuk hidup kita di dunia ini bukanlah untuk menjadi kaya, terkenal atau berkuasa. Bukan! Tujuan hidup kita di dunia ini adalah: Untuk takut akan Allah dan mentaati Dia, untuk mengasihi Allah, untuk menghasilkan banyak buah, untuk mengasihi dan menjadi berkat bagi sesama, serta untuk menikmati semua yang Allah berikan dalam hidup kita.

 




Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.