top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...


PERTEMUAN KBN Mei 2018 : Minggu, 27/05/2018 Pk 17.00," Iman Dasar Keberhasilan, oleh : Bapak Ricky Wijaya " Gedung Istana Gading Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh
Pentingnya Urapan Roh Kudus Untuk Pebisnis dan Kaum Profesi PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi   
Monday, 04 May 2009 12:51
Banyak orang Kristen berpikir bahwa urapan Roh Kudus hanya diperlukan oleh orang-orang yang secara langsung terjun dalam pelayanan gereja atau pekerjaan Tuhan, seperti para pendeta, penginjil, gembala sidang saja. Mereka berpikir bahwa pada zaman dahulu urapan Roh Kudus itu hanya untuk rasul-rasul dan nabi-nabi. Bahkan ada
yang berpendapat urapan Roh Kudus itu tidak relevan dengan pekerjaan di dunia sekuler, misalnya, para pebisnis atau kaum profesi.
Dalam 1 Samuel 16 : 13 dituliskan: "Sejak saat itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud." Sedangkan dalam Mazmur 89 : 21, Allah berfirman: "Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus."
Daud adalah seorang gembala kambing domba, dan Allah sedang membawa dia ke dalam suatu jalur profesi yang baru, yaitu masuk ke dalam jalur militer untuk menjadi prajurit kerajaan Israel untuk selanjutnya menjadikan Daud raja atas kerajaan Israel. Di awal kariernya ini Allah mengurapi dia dengan kuasa Roh Kudus-Nya yang ditandai atau disimbolkan dengan pengurapan minyak oleh nabi Samuel. Sejak saat itu, Alkitab menuliskan bahwa Roh Tuhan berkuasa atas kehidupan Daud. Urapan adalah bentuk campur tangan Illahi secara langsung dalam kehidupan kita melalui Roh Kudus-Nya.
Di sisi lain ada seorang raja, yang bernama Saul, yang telah kehilangan urapan Roh Kudus atas kehidupannya. Dalam 1 Samuel 16 : 14 dituliskan: "Tetapi Roh Tuhan telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu roh jahat yang dari pada Tuhan".
Mulai dari sini kita akan melihat pemandangan kontras antara orang yang diurapi Roh Kudus dan orang yang tidak diurapi Roh Kudus.
Orang yang tidak diurapi mudah sekali diganggu oleh pikiran-pikiran dan hal-hal yang jahat, dan itu membuatnya mudah sekali kesal, cemas, tersinggung dan "naik darah." Sebaliknya Daud yang penuh urapan dengan tenang dan damai memainkan harpanya di hadapan Saul.
Kemudian kedua orang ini sekarang dihadapkan dengan masalah besar yang sama: Goliat (1 Samuel 17 : 4 - 10). Tetapi lihatlah reaksi dari mereka masing-masing. Bagi orang yang tidak diurapi Roh Kudus maka reaksi yang muncul adalah cemas dan ketakutan. 1 Samuel 17 : 11 menuliskan: "Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan".
Tetapi Daud yang penuh dengan urapan Roh Kudus memberikan reaksi yang berbeda. Ia melihat ini sebagai tantangan (1 Samuel 17 : 26 - 27). Reaksi Daud sangat positif dan optimis. Daud berkata: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu" (1 Samuel 17 : 32). Sedangkan Saul sangat pesimis dengan mengatakan: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia" (ayat 33). Perkataan Daud sangat positif dan memberi harapan.
Orang yang diurapi akan memandang dengan sudut pandang yang berbeda masalah yang dihadapinya. Ia akan memandang dari sudut pandang Allah dan firman-Nya. Ia meyakini bahwa semua yang diizinkan Allah akan mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia, sebab tangan Allah yang baik dan penuh kasih ada di belakang semua peristiwa itu (Roma 8 : 28). Akibatnya, reaksi orang yang diurapi terhadap persoalan yang sedang dihadapinya, betapapun besarnya, akan positif dan penuh harapan.
Urapan Roh Kudus juga membuat orang menjadi efektif. Apapun yang dipakainya menjadi efektif meskipun itu alat atau metode yang sederhana. Mengapa? Sebab kuasa Roh Kudus menyertainya dan membuatnya efektif.
Bagi Saul meskipun ia disertai dengan prajurit yang bersenjata namun ia tidak dapat dan tidak berani berbuat apa-apa. Semua yang dia miliki, baik prajurit maupun senjata menjadi tidak efektif. Itulah sebabnya Saul dan tentaranya tidak melakukan penyerangan dan terjebak dalam keadaan stagnasi.
Sebaliknya Daud hanya memerlukan tongkat, lima batu yang licin dan sembuah umban (katapel) untuk menghadapi Goliat yang bersenjata lengkap dan terlatih untuk berperang sejak masa mudanya. Ia begitu yakin sebab urapan Roh Kudus membuatnya yakin bahwa Allah menyertainya dan bahwa Allah menyelamatkan bukan dengan pedang dan lembing, sebab di tangan Allahlah kemenangannya (1 Samuel 17 : 45 - 47).
Ketika Tuhan mengurapi kita maka meskipun apa yang kita miliki sekarang dinilai tidak memadai tetapi Allah dapat membuat kita berhasil. Sebaliknya jika Tuhan tidak menyertai maka meskipun kita memiliki fasilitas yang lengkap dan hebat dan metode yang baik tetapi belum tentu kita berhasil.
Dampak lain dari urapan Roh Kudus adalah ketajaman pandangan kita dalam melihat celah dan peluang. Goliat tampil dengan tubuhnya yang dilindungi oleh baju perangnya dari kepala sampai ke kaki. Tetapi Roh Kudus membuka mata Daud untuk melihat bahwa dahi orang Filistin itu terbuka dan tak terlindungi. Ia melihat apa yang tidak dilihat dan diperhatikan orang lain. Ia lalu memfokuskan serangannya pada dahi orang Filistin itu. Hanya diperlukan sebuah batu untuk merobohkan Goliat. Daud mengumbannya dan batu itu tepat tertancap di dahinya.
Orang yang diurapi karena berpikiran positif dan optimis dapat melihat peluang sekecil apapun yang selama ini diabaikan oleh orang kebanyakan. Dan ia memanfaatkan peluang itu untuk mencapai keberhasilannya yang luar biasa. Daud mencapai kemenangan yang spektakuler.
Kisah ini akhirnya disimpulkan dengan satu ayat : "Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab Tuhan menyertai dia" (1 Samuel 18 : 14). Pengurapan membawa keberhasilan dan keberhasilan itu semakin membuktikan penyertaan Tuhan atas kita, sehingga perkataan: Imanuel, Allah beserta kita, bukan sekedar slogan dan teori belaka tetapi kenyataan yang dialami secara riil dalam kehidupan kita sehari-hari.
Hiduplah di bawah urapan Roh Kudus dan selamat menikmati keberhasilan di dalam Dia. Shalom! (Ir. David Kurniadi)
 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

Kehidupan Setelah Kematian

Dalam Lukas 16:19-31, Tuhan Yesus menceritakan kehidupan dua orang yang sangat kontras keadaannya. Yang seorang sangat miskin dan yang lainnya sangat kaya. Si kaya “selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus.” Ini adalah pakaian khas orang yang sangat kaya pada zaman itu. Tambahan pula “setiap hari ia bersukaria (berpesta-pora) dalam kemewahan” (ayat 19). Sementara si miskin adalah seorang “pengemis,” “badannya penuh dengan borok” dan “berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu” (ayat 20), menantikan “apa yang jatuh dari meja orang kaya itu.” Sementara itu “anjing-anjing datang dan menjilat boroknya” (ayat 21): suatu keadaan yang sangat menyedihkan.

 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday324
mod_vvisit_counterYesterday366
mod_vvisit_counterThis week1833
mod_vvisit_counterLast week6014
mod_vvisit_counterThis month15407
mod_vvisit_counterLast month33469
mod_vvisit_counterAll1120115

People Online 7
Your IP: 54.198.119.26
,
Now is: 2018-05-24 23:03



Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.