top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...




PERTEMUAN KBN Maret 2019 : Minggu,24/03/2019 Pk 17.00," Ciptaan Baru, oleh : Bpk. Freddy Kosasih (Dapoer Pandan Wangi) " Gedung Grand Matlenn (ex.Istana Gading) Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh Selamat Tahun Baru Imlek 2570
Kunci Kebrhasilan Bisnis PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi   
Monday, 04 May 2009 23:57

Kunci bisnis yang berhasil sudah banyak dibahas dan dibukukan oleh para pakar dan orang-orang yang telah berhasil dalam bisnisnya, dari mulai berbicara tentang visi, misi, planning, organizing, effective leadership, marketing strategy, dsb.

 

Mereka memberikan kiat-kiat praktis yang dapat diikuti. Kiat-kiat praktis ini diberikan berdasarkan teori, pemahaman dan pengalaman mereka atau orang lain. Namun demikian meski semua itu sudah diikuti dengan seksama, tetap saja bisnis bisa gagal. Lihat saja perusahaan-perusahaan raksasa dan modern yang dipimpin dan dijalankan oleh para pakar bisnis yang terdidik dan berpengalaman, tetap saja mereka bisa mengalami kebangkrutan dan terimbas krisis.

Mengapa demikian? Karena semuanya itu hanyalah hikmat manusia yang di dalamnya tidak ada janji atau  jaminan dari Penguasa kehidupan, Sumber berkat, yang menentukan apakah seorang berhasil atau tidak. “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kita kaya”.

Lihat saja pengalaman Petrus. Secara prinsip bisnis Petrus memiliki semua unsur atau aspek yang menunjangnya untuk berhasil, yaitu: (1) Skill (kecakapan sebagai nelayan), (2) Experience (ia bukan nelayan kemarin sore), (3) Tools & Equipment (sebagai nelayan ia menggunakan perahu dan jala), (4) Location (ia mencari ikan di danau), (5) Timing (ia mencari ikan di malam hari), (6) Effort (ia berusaha mencari ikan) dan (7) Perseverance (ketekunan bekerja semalam2an)*. Namun demikian Petrus menghadapi kenyataan “tidak satu ekor ikan pun ia dapat malam itu”.

Tetapi jika ke-6 unsur itu ditambah dengan penyertaan Tuhan dan ketaatan, maka keberhasilan yang belum pernah mereka capai selama ini pun terjadilah “mereka menangkap ikan dua perahu penuh”(Lukas 5 : 4 – 7)

Lot memilih lokasi yang menurut ukuran bisnis lebih prospektif, yaitu kota besar, metropolitan yang memberi banyak kesempatan dan kemungkinan, sedangkan Abraham mendapatkan sisanya, yaitu tanah mentah yang harus digarap. Meskipun demikian Abraham berdiri atas janji Allah. Pada akhirnya kita melihat, Lot harus keluar dari Sodom dengan hanya membawa pakaian yang melekat pada tubuhnya dan dua anak gadisnya yang sudah rusak moralnya karena pengaruh pergaulan kota Sodom (Kejadian 13 : 10, 11) sedangkan Abraham sangat sukses (Kejadian 24 : 34, 35).

Goliat memiliki kecakapan (skill) untuk berperang, ia terlatih sejak mudanya (trained, educated & experience), ia juga mengenakan seluruh perlengkapan perang yang sesuai (well equiped), ia pun memiliki modal fisik (capital) yang hebat. Sementara Daud seorang gembala, yang masih remaja, tidak mengenakan perlengkapan perang dan tidak terlatih sebagai prajurit seperti kakak-kakaknya. Tetapi mengejutkan sekali, Goliat tumbang dan Daud menang (1 Samuel 17 : 4 – 7, 32, 42, 49, 50). Mengapa? Sebab Tuhan menyertai Daud (1 Samuel 18 : 14).

Kita selalu berdoa meminta penyertaan Tuhan. Kita tahu bahwa penyertaan Tuhan dapat membuat kita berhasil. Tetapi penyertaan Tuhan baru berarti jika diikuti dengan ketaatan kepada perintah-perintah-Nya. (Ulangan 28 : 1 – 14; Mazmur 1 : 1 – 3)

Bahkan Krisis sama sekali tidak ada hubungannya dengan keberhasilan bisnis anak-anak Tuhan yang mengandalkan Tuhan dan bukan manusia (Yeremia 17 : 5 – 8). Kita tidak dapat mengandalkan hanya kekuatan sendiri atau hikmat manusia. Lihatlah apa yang terjadi dengan Bahtera Nuh pada saat Air Bah melanda dunia. Orang-orang yang tidak mau taat kepada Allah dan mengandalkan Allah, mereka mengandalkan gunung-gunung untuk menghindari air bah, tetapi kenyataannya tidak ada gunung yang tidak tenggelam pada waktu itu, namun orang yang mengandalkan Allah dan ada dalam Perjanjian Allah mereka selamat bahkan terangkat tinggi (Kejadian 7 : 17 – 19).

Orang yang mengandalkan Tuhan dan hidup di bawah janji Tuhan tetap menabur di masa Krisis dan menuai keberhasilan sebab Tuhan memberkati dia seperti yang terjadi dengan Isak (Kejadian 26 : 1 – 3, 6, 12 – 14).

Satu hal lagi jika kita mau bisnis kita tetap berhasil dan bisa melewati masa krisis, yaitu jika bisnis kita digunakan untuk menjadi sarana Allah guna memberkati orang banyak dan untuk kehendak dan rencana-Nya. Konversi bisnis ini akan menjadi perlindungan sebab Allah berkepentingan dengan bisnis kita (Yoel 3 : 10). Bahkan konversi bisnis bagi kepentingan Allah akan menjadi revitalisasi bagi perusahaan anda! Tuhan Yesus memberkati. (Ir. David Kurniadi)

* dikutip dari khotbah bapak Leonardo A. Sjamsuri

 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

Mengantisipasi Realisasi Janji Allah

Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (1 Korintus 2 : 9).

 

Jika saudara sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, maka Allah telah menyediakan bagi saudara sesuatu yang luar biasa, yang selama ini belum pernah saudara alami, yang belum pernah saudara bayangkan saudara dapat mengalami dan memperolehnya; sesuatu yang baik yang selama ini Allah telah rencanakan bagi saudara dan masa depan saudara. “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29 : 11).

 




Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.