top news photography Visi & Misi KBN Indonesia

Mempelajari prinsip sukses bisnis dalam Alkitab.
Kesaksian yang memberikan inspirasi.
Pendampingan mempraktekkan kebenaran Firman.
Menghidupi & Mengalami sendiri keberhasilan sejati.
Melayani & Menjadi Berkat.
Read more...




PERTEMUAN KBN September 2018 : Minggu,23/09/2018 Pk 17.00," Bersama Kita Bisa, oleh : Bpk. Paulus Mulyadi ( CEO Twin Tulipware ) " Gedung Grand Matlenn (ex.Istana Gading) Lt.3, Komplek Ruko City Square, Jl. Abdulrahman Saleh
Kunci Kebrhasilan Bisnis PDF Print E-mail
Written by Ir. David Kurniadi   
Monday, 04 May 2009 23:57

Kunci bisnis yang berhasil sudah banyak dibahas dan dibukukan oleh para pakar dan orang-orang yang telah berhasil dalam bisnisnya, dari mulai berbicara tentang visi, misi, planning, organizing, effective leadership, marketing strategy, dsb.

 

Mereka memberikan kiat-kiat praktis yang dapat diikuti. Kiat-kiat praktis ini diberikan berdasarkan teori, pemahaman dan pengalaman mereka atau orang lain. Namun demikian meski semua itu sudah diikuti dengan seksama, tetap saja bisnis bisa gagal. Lihat saja perusahaan-perusahaan raksasa dan modern yang dipimpin dan dijalankan oleh para pakar bisnis yang terdidik dan berpengalaman, tetap saja mereka bisa mengalami kebangkrutan dan terimbas krisis.

Mengapa demikian? Karena semuanya itu hanyalah hikmat manusia yang di dalamnya tidak ada janji atau  jaminan dari Penguasa kehidupan, Sumber berkat, yang menentukan apakah seorang berhasil atau tidak. “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kita kaya”.

Lihat saja pengalaman Petrus. Secara prinsip bisnis Petrus memiliki semua unsur atau aspek yang menunjangnya untuk berhasil, yaitu: (1) Skill (kecakapan sebagai nelayan), (2) Experience (ia bukan nelayan kemarin sore), (3) Tools & Equipment (sebagai nelayan ia menggunakan perahu dan jala), (4) Location (ia mencari ikan di danau), (5) Timing (ia mencari ikan di malam hari), (6) Effort (ia berusaha mencari ikan) dan (7) Perseverance (ketekunan bekerja semalam2an)*. Namun demikian Petrus menghadapi kenyataan “tidak satu ekor ikan pun ia dapat malam itu”.

Tetapi jika ke-6 unsur itu ditambah dengan penyertaan Tuhan dan ketaatan, maka keberhasilan yang belum pernah mereka capai selama ini pun terjadilah “mereka menangkap ikan dua perahu penuh”(Lukas 5 : 4 – 7)

Lot memilih lokasi yang menurut ukuran bisnis lebih prospektif, yaitu kota besar, metropolitan yang memberi banyak kesempatan dan kemungkinan, sedangkan Abraham mendapatkan sisanya, yaitu tanah mentah yang harus digarap. Meskipun demikian Abraham berdiri atas janji Allah. Pada akhirnya kita melihat, Lot harus keluar dari Sodom dengan hanya membawa pakaian yang melekat pada tubuhnya dan dua anak gadisnya yang sudah rusak moralnya karena pengaruh pergaulan kota Sodom (Kejadian 13 : 10, 11) sedangkan Abraham sangat sukses (Kejadian 24 : 34, 35).

Goliat memiliki kecakapan (skill) untuk berperang, ia terlatih sejak mudanya (trained, educated & experience), ia juga mengenakan seluruh perlengkapan perang yang sesuai (well equiped), ia pun memiliki modal fisik (capital) yang hebat. Sementara Daud seorang gembala, yang masih remaja, tidak mengenakan perlengkapan perang dan tidak terlatih sebagai prajurit seperti kakak-kakaknya. Tetapi mengejutkan sekali, Goliat tumbang dan Daud menang (1 Samuel 17 : 4 – 7, 32, 42, 49, 50). Mengapa? Sebab Tuhan menyertai Daud (1 Samuel 18 : 14).

Kita selalu berdoa meminta penyertaan Tuhan. Kita tahu bahwa penyertaan Tuhan dapat membuat kita berhasil. Tetapi penyertaan Tuhan baru berarti jika diikuti dengan ketaatan kepada perintah-perintah-Nya. (Ulangan 28 : 1 – 14; Mazmur 1 : 1 – 3)

Bahkan Krisis sama sekali tidak ada hubungannya dengan keberhasilan bisnis anak-anak Tuhan yang mengandalkan Tuhan dan bukan manusia (Yeremia 17 : 5 – 8). Kita tidak dapat mengandalkan hanya kekuatan sendiri atau hikmat manusia. Lihatlah apa yang terjadi dengan Bahtera Nuh pada saat Air Bah melanda dunia. Orang-orang yang tidak mau taat kepada Allah dan mengandalkan Allah, mereka mengandalkan gunung-gunung untuk menghindari air bah, tetapi kenyataannya tidak ada gunung yang tidak tenggelam pada waktu itu, namun orang yang mengandalkan Allah dan ada dalam Perjanjian Allah mereka selamat bahkan terangkat tinggi (Kejadian 7 : 17 – 19).

Orang yang mengandalkan Tuhan dan hidup di bawah janji Tuhan tetap menabur di masa Krisis dan menuai keberhasilan sebab Tuhan memberkati dia seperti yang terjadi dengan Isak (Kejadian 26 : 1 – 3, 6, 12 – 14).

Satu hal lagi jika kita mau bisnis kita tetap berhasil dan bisa melewati masa krisis, yaitu jika bisnis kita digunakan untuk menjadi sarana Allah guna memberkati orang banyak dan untuk kehendak dan rencana-Nya. Konversi bisnis ini akan menjadi perlindungan sebab Allah berkepentingan dengan bisnis kita (Yoel 3 : 10). Bahkan konversi bisnis bagi kepentingan Allah akan menjadi revitalisasi bagi perusahaan anda! Tuhan Yesus memberkati. (Ir. David Kurniadi)

* dikutip dari khotbah bapak Leonardo A. Sjamsuri

 
Please register or login to add your comments to this article.




Newsflash

Sukses Sejati

Sukses atau berhasil selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas dan dibicarakan. Semua orang lebih memilih dan menyukai sukses daripada gagal. Oleh sebab itu tidak henti-hentinya orang mencari jalan menuju kesuksesan. Tetapi kita harus menemukan kesuksesan yang sejati dan bukan yang semu. Puji Tuhan kita memiliki Firman Allah yang menjadi petunjuk jalan untuk meraih kesuksesan sejati. Kesuksesan sejati hanya berasal dari Allah. Ialah yang mampu memberikan kesuksesan sejati dan Ia bukan hanya mampu, tetapi Ia juga menghendaki agar anak-anak-Nya meraih dan mengalami kesuksesan sejati. Firman Allah berisi petunjuk-petunjuk untuk memperoleh kesuksesan sejati(Yosua 1:8). Di dalamnya kita dapat belajar dari nasihat-nasihat, peristiwa-peristiwa dan tokoh-tokoh Alkitab yang memberi teladan tentang kesuksesan sejati.




Powered by God Wisdom. Thanks to Jesus and Holly Spirit, All the time.